Tunjukan Potensi Sejarah, di Kobar Akan Dibangun Museum

IST/BERITA SAMPIT - Wakil Bupati Kotawaringin Barat, Ahmadi Riansyah dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kobar, Rosehan Pribadi.

PANGKALAN BUN – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) merencanakan pembangunan museum yang lokasinya nanti berada di lahan yang terletak di samping Universitas Antakusuma, Jalan Iskandar, Pangkalan Bun.

Sebelum membangun gedung museum ini,  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kobar menggelar focus group discussion (FGD) yang menghadirkan beberapa nara sumber dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta akademisi Universitas Indonesia secara online di Quizas Cafe Pangkalan Bun, Senin 30 November 2020.

Wakil Bupati Kobar Ahmadi Riansyah usai kegiatan pembukaan mengatakan, FGD ini digelar untuk membahas tahapan awal pembangunan museum. “Karena museum ini diperlukan selain untuk melestarikan situs budaya seni budaya lokal, untuk menarik kunjungan wisata lantaran di Kabupaten Kobar kita memiliki potensi sejarah budaya yang luar biasa,” jelasnya.

BACA JUGA:   Ahmadi Riansyah Apresiasi Apel Pasukan Penanggulangan Bencana Alam

Karena saat ini Kobar masih belum mempunyai museum untuk memperlihatkan berbagai informasi sejarah. “Namun sebelum dibangun tentunya kita minta masukan dari ahli infrastruktur, estetika, wisata budaya dan lainnya, sehingga bisa didiskusikan bagaimana nantinya bentuk bangunan dan apa saja yang bakal ditampilkan dalam museum tersebut,” jelasnya.

Senada yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kobar, Rosehan Pribadi bahwa, terkait museum yang direncanakan ini bagaimana isinya apa saja. Kemudian layout dan segala macam, karena tiga fungsinya melestarikan, sarana edukasi dan sarana rekreasi, serta diharapkan berbagai macam masukan lainnya.

BACA JUGA:   Ahmadi Riansyah : Gedung Serba Guna Bisa Menambah Pendapatan Asli Daerah

“Jangan asal membangun museum seperti membangun gudang,” katanya.

Maka dalam diskusi tersebut dilaksanakan dengan melibatkan para ahli infrastruktur, arsitek maupun budayawan, sehingga muncullah nanti rekomendasinya bagaimana bentuk dan isinya serta apa dari sisi regulasinya. (Man/beritasampit.co.id).