Dewan Angkat Suara Terkait Prostitusi Online Semakin Meresahkan

IST/BERITASAMPIT - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, H. Suprianto.

SAMPIT – Prostitusi online di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dinilai mulai sangat memprihatinkan, hal ini menjadi peringatan bagi Pemerintah Daerah dan aparat penegak hukum untuk segera memberantas bisnis esek-esek tersebut. Apalagi, kejahatan ini tidak hanya menyasar orang dewasa tapi juga remaja dibawah umur yang masih mengenyam pendidikan.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotim H. Suprianto menilai maraknya prostitusi melalui sistem online ini sebenarnya bukanlah hal yang baru. Bahkan menurutnya akhir-akhir ini muncul praktik-praktik prostitusi yang ada di tengah masyarakat menggunakan berbagai jenis aplikasi di media sosial mulai dibicarakan.

BACA JUGA:   Rotan Sampit Terindikasi Ada Penyeludupan Ke Luar Negeri

“Sudah saya katakan bahwa Kotim ini bukan hanya darurat narkoba, tetapi juga pornografi, termasuk prostitusi online. Bahkan tidak sedikit pelajar yang terlibat dalam jaringan prostitusi online itu, baik itu melalui media sosial dan aplikasi lainnya yang mengarah ke praktik prostitusi tersebut,” katanya Rabu  2 Desember 2020.

Berdasarkan hasil investigasi, mulai terciumnya dugaan bisnis prostitusi sistem online ini sudah cukup lama, melalui beberapa aplikasi media sosial yang mana merupakan alat komunikasi para pemain untuk mencari mangsanya.

BACA JUGA:   BREAKING NEWS: Perempuan 47 Tahun Diduga Hilang Terseret Air Pantai Laut Pandaran

Fakta di lapangan para pedagang selangkangan ini menggunakan aplikasi tersebut untuk memulai transaksi, baik secara langsung atau bayar ditempat, maupun sistem transfer atau menggunakan DP. Bahkan lebih miris praktek ini sudah mulai terjadi semenjak adanya aplikasi yang sangat mudah di download di Play Store. (im/beritasampit.co.id).