Rotan Sampit Terindikasi Ada Penyeludupan Ke Luar Negeri

CINDERA MATA : ILHAM/BERITA SAMPIT - Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean Sampit, Indasah, saat menyerahkan cindera mata kepada Dirpolairud Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol Pitoyo Agung, dalam kegiatan upacara Latihan Patroli bersama Bea dan Cukai Sampit dan Ditpolairud Polda Kalteng, Kamis 03 Desember 2020.

SAMPIT – Kantor Pengawasan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kian konsen memperketat pengawasan angkutan rotan. Pasalnya terindikasi ada rotan dari Kotim, secara umum dari Kalimantan Tengah, diseludupkan ke luar negeri.

“Selama ini rotan dilarang untuk diekspor, tapi kenyataannya di negara luar banyak sekali impor rotan yang ternyata asalnya dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan,” ungkap Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean Sampit, Indasah, usai menggelar upacara Latihan Patroli bersama Ditpolairud Polda Kalteng, Kamis 03 Desember 2020.

Diketahui, rotan dari Sampit merupakan salah satu rotan terbaik di dunia, dan dalam aturan dari pemerintah tidak ada ekspor, tapi dari data impor di luar negeri, ditemukan ada impor dari Indonesia, sehingga hal ini menjadi KPPBC Sampit fokus melakukan pengawasan perdagangan dan pengangkutan rotan antar pulau.

BACA JUGA:   420┬áPersonel Polda Kalteng Amankan Pendistribusian Vaksin Covid-19

“Rotan Sampit di ekspor indikasinya lewat antar pulau dulu. penyeludupannya biasanya di atas Kalimantan yakni di Natuna, lewat kapal antar pulau dulu ke Natuna, kemudian dari sana diekspor ke Malaysia, indikasinya seperti itu,” paparnya.

Namun dalam hal ini, Bea dan Cukai perannya hanya memberikan informasi, sedangkan yang melakukan tindakan di lapangan adalah instansi lain yang berkewenangan mengamankan perbatasan wilayah.

BACA JUGA:   Syahbana : Pemerintah Harus Galakkan Sektor Peternakan

“Kita juga koordinasi dengan teman-teman KSOP Sampit, kalau ternyata ada pengangkutan rotan langsung bye sistem kita beri info, kemudian kita menyebar info ke teman-teman di perbatasan, jadi yang action mereka, kita hanya sebatas info,” ujarnya.

Ditambahkan Indasah, sebelumnya pernah ada tangkapan Rotan diperbatasan, cukup banyak dengan nilai yang fantastis.

“Disinikan jalurnya memang bukan laut, jalurnya sungai. Jalur sungai berarti kapal kecil, kalau kapal kecil untuk mengangkut rotan muatannya tidak banyak. Jadi memang ke laut dulu di Natuna, jadi ada kemungkinan dari Natuna lari ke Malaysia,” tandasnya. (Cha/beritasampit.co.id).