Biadab, Ayah ini Setubuhi Anak Kandung Lima Kali Hingga Hamil

KUALA PEMBUANG – Seorang ayah di Desa Bumi Jaya, Kecamatan Seruyan Tengah, Kabupaten Seruyan, berinisial AH (40), tega menggauli anak kandungnya hingga hamil.

AH menggauli anak kandungnya yang baru berusia 17 tahun, sebanyak lima kali hingga menyebabkan korban hamil.

Perbuatan pelaku terbongkar, setelah ibu kandung korban melihat perubahan kondisi fisik anaknya khususnya pada bagian perut, karena merasa curiga sang ibu kemudian menyentuh bagian perut yang mulai membesar.

Karena merasa curiga sang ibu menanyakan langsung kepada anaknya, kemudian sambil menangis korban menceritakan bahwa ia dalam kondisi hamil, setelah sebelumnya di setubuhi oleh sang ayah sebanyak 5 kali.

BACA JUGA:   Polsek Seruyan Hilir Gencar Sosialisasi Larangan Karhutla

Berbekal pengakuan sang anak, ibu korban menceritakan kejadian ini kepada saudaranya, kemudian selanjutnya melaporkan kasus persetubuhan ini ke Polres Seruyan.

Kapolres Seruyan AKBP Bayu Wicaksono mengatakan, aksi sang ayah menggauli anaknya sendiri, dilakukan sebanyak lima kali dengan rentang waktu sejak Oktober 2019 hingga Juni 2020.

“Tindakan pelaku menyetubuhi anaknya sendiri ini, didahului dengan bujuk rayu, pelaku menjanjikan akan memberikan sejumlah uang dan barang. Selain itu juga melampiaskan nafsu bejatnya, dengan cara memaksa korban,” kata Kapolres Seruyan, saat menggelar Konfrensi Pers, Jumat 4 Desember 2020.

Kemudian, setiap setelah menggauli anaknya, pelaku mengancam korban, agar perbuatannya jangan sampai diberitahukan kepada siapapun, hingga berujung korban hamil.

BACA JUGA:   Dinas Ketahanan Pangan Kalteng Akan Gelar Pasar Murah

Saat ditemui di Mapolres Seruyan, AH mengakui perbuatannya, ia mengaku khilaf menyetubuhi anak kandungnya.

Atas perbuatan nya, pelaku dijerat dengan pasal 76D Jo pasal 81 ayat (1) dan (3) Undang-undang RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang RI No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang Jo pasal 65 ayat 1 KUHPidana dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun. (ASY)