Lestari Moerdijat Ajak Semua Pihak Menentang Ajaran Misoginis Kebencian Terhadap Perempuan

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. Dok: Istimewa

JAKARTA– Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie) meminta semua pihak untuk menentang adanya doktrin Misoginis atau hater of women yang bernuansa kebencian terhadap kaum perempuan.

“Kita tidak boleh menutup mata dengan adanya doktrin ajaran agama misoginis, kebencian terhadap perempuan dan anak. Kita tidak tahu ajaran itu datang dari mana,” tutur Rerie secara virtual dalam diskusi Empat Pilar MPR RI di Media Center Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, (4/12/2020).

Dialog dengan tema ‘Peran Wanita Dalam Membangun Semangat Kebangsaan’ itu dihadiri Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid dan I Gusti Agung Putri Astrid, Staf Khusus Kementeruan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA).

BACA JUGA:   Sinergi Melawan Infodemi Virus Hoaks

Akar persoalan misoginis bersumber dari dongeng-dongeng atau mitos-mitos klasik yang telah terakumulasi dalam sejarah yang panjang dan bukan bersumber dari ajaran agama yang mutlak.

“Saat ini entah bagaimana ya, tiba-tiba menjadi sangat luar biasa dan kemudian ada kultur yang tidak pernah kita kenal masuk di tempat kita,” ungkap Rerie.

Padahal, politisi NasDem menyampaikan bahwa kemerdekaan Indonesia tak lepas dari peranan perempuan seperti Cut Nyak Dien, Cut Nyak Meutia, Laksamana Malahayati, Nyi Ageng Serang dan Martha Christina Tiahahu, dan Dewi Sartika.

BACA JUGA:   Bareng Miing Bagito, Bamsoet Ungkap Perjalanan Karirnya Sebelum Menjadi Ketua MPR RI

Mereka adalah pahlawan yang rela mengorbankan harta, jiwa dan raga untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

“Ini sejarah besar perempuan hebat dan luar biasa. Kita tidak bisa pungkiri sesungguhnya perempuan memegang peran penting di Indonesia,” ujar Rerie.

Untuk itu, Rerie berharap perempuan masa kini berkesempatan yang sama dengan pria dalam segenap kegiatan pembangunan di segala bidang kehidupan.

“Mari sama sama mengawal kedaulatan rakyat. Bukan sekedar wacana, tapi bisa menjadi gerakan konkrit,” pungkas Lestari Moerdijat.

(dis/beritasampit.co.id)