Pimpinan MPR: Ledakan Kasus COVID-19 Harus Jadi Bahan Evaluasi

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. (Dok Pribadi).

JAKARTA– Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie) mengatakan ledakan kasus positif Covid-19 yang berulang kali terjadi di Tanah Air seharusnya menjadi bahan evaluasi sejumlah langkah pengendalian yang dijalankan saat ini.

“Tidak perlu saling menyalahkan, apalagi mencari-cari kesalahan pihak lain, karena penambahan kasus ba ru itu merupakan kesalahan bersama. Harus diakui kita belum mampu membuat masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan,” kata Rerie, Jumat (4/12/2020).

Menurut Lestari, upaya evaluasi sejumlah langkah pengendalian Covid-19 di sejumlah daerah merupakan tindakan yang dibutuhkan saat ini.

Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat pada Minggu (29/11) terjadi rekor penambahan kasus 6.267 dalam satu hari. Pada Kamis (4/12) pecah lagi rekor menjadi 8.369 kasus dalam sehari.

Politisi NasDem berujar pertambahan kasus positif Covid-19 terus berulang, hal itu sangat membutuhkan perbaikan strategi dalam mengendalikan penyebaran Covid-19.

BACA JUGA:   Lantik PAW Anggota MPR RI, Bamsoet Apresiasi Langkah Pemerintah Gratiskan Vaksin Covid-19

“Penambahan kasus baru Covid-19 dalam jumlah besar itu merupakan teguran keras bagi kita semua,” ujarnya.

Pemerintah pusat dan daerah diminta harus benar-benar berkolaborasi untuk menekan penyebaran Covid-19, agar tidak terjadi penularan lebih luas lagi.

Tren penambahan kasus baru yang terus meningkat harus dihadapi bersama dengan membangun kesadaran kolektif antara pemerintah dan masyarakat, bahwa virus corona masih menjadi ancaman yang serius.

“Hentikan kegaduhan politik, agar semua pihak, terutama pemerintah bisa fokus mengambil langkah-langkah penanggulangan pandemi Covid-19,” imbuhnya.

Apalagi, lanjut Rerie, pekan depan pada Rabu (9/12) digelar pemilahan umum kepala daerah serentak di 270 kabupaten/kotamadya dan provinsi di Tanah Air.

BACA JUGA:   MPR Sosialisasikan Empat Pilar Lewat Pagelaran Seni Budaya di Gorontalo

Untuk itu, Rerie berharap, peran aktif dan keteladanan dari tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh politik dalam menyadarkan masyarakat untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan.

Karena, pada Desember 2020 merupakan bulan yang rawan terjadi kerumunan massa. Selain Pemilukada serentak pada Rabu (9/12), rangkain liburan akhir tahun ini juga sangat berpotensi menciptakan kerumunan.

Menghadapi kondisi tersebut, Rerie bilang memerlukan sejumlah perbaikan pengendalian agar para pemangku kepentingan dapat mengantisipasi ancaman ledakan penyebaran Covid-19 di Tanah Air.

“Saya berharap pemerintah berkolaborasi dengan berbagai pihak dan masyarakat mampu menghadirkan strategi yang tepat dalam mengendalikan penyebaran Covid-19 yang hingga kini belum terlihat melandai grafik penularannya,” pungkas Lestari Moerdijat.

(dis/beritasampit.co.id)