Popularitas Calon Wakil Bupati Dongkrak Suara Pemilih

KONFERENSI PERS : JUN/BERITA SAMPIT - Direktur LSKP-LSI Denny JA, Sunarto Ciptoharjono, saat paparkan survei terbaru dalam konferensi Pers “Siapakah yang Paling Berpeluang Memenangkan Pilkada Kotawaringin Timur?”.

SAMPIT – Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA melakukan survei menjelang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim). Hasil survei ini dipaparkan melalui konferensi pers, bertajuk “siapakah yang paling berpeluang memenangkan Pilkada Kotawaringin Timur?, di Hotel Aquarius Sampit.

Survei ini dilakukan dari tanggal 23-29 November 2020. Direktur LSKP-LSI Denny JA, Sunarto Ciptoharjono, memaparkan survei terbaru yang dilakukan bahwa pasangan Halikinnor-Irawati mendapat 36,82%, sedangkan Suprianti Rambat-M Arsyad 21,59%.

Kemudian pasangan M Rudini Darwan Ali-Syamsudin 20,68%, sedangkan pasangan M Taufiq Mukri-Supriadi MT memeroleh 10,23%. Sementara responden yang menjawab ragu-ragu atau tidak tahu atau tidak menjawab (swing voters) sebesar rumah 10, 23%.

Menurut Sunarto, empat pasangan calon tentunya mengklaim memiliki kelebihan masing-masing. Bukan saja calon Bupati, beberapa kandidat juga mengandalkan popularitas pendampingnya (calon Wakil Bupati) untuk mendongkrak suara.

BACA JUGA:   Jajaran Komisi IV DPRD Kotim Minta Dermaga Desa Bagendang Bisa Diperhatikan

“Sosok Irawati sebagai calon Wakil Bupati berperan cukup tinggi untuk mendongkrak suara Harati. Karena selain kenaikan popularitas, pasangan Harati juga mengalami kenaikan tingkat kesukaan,” sebut Sunarto kepada sejumlah media, Jumat 4 Desember 2020.

Disampaikan, bahwa tingkat popularitas dan tingkat kesukaan terhadap Irawati naik sebesar 9,28%, dari 66,47% menjadi 75,75%. Sedangkan Halikinnor dari 69,53% menjadi 73% atau naik 4,15%. “Jadi faktor Irawati juga menjadi kunci dari kenaikan perolehan suara HARATI,” imbuhnya.

Dijelaskan, Irawati yang dikenal sebagai adik kandung dari Bupati Kotim Supian Hadi. Masyarakat menilai kinerja Supian Hadi sebagai Bupati berhasil sebanyak 77%. Artinya ketika masyarakat puas terhadap Bupati Supian Hadi. Maka incumbent sangat berpengaruh apabila memberikan dukungan kepada salah satu calon, baik secara langsung maupun tidak langsung.

BACA JUGA:   Oknum PNS di Sampit Nyambi Jual Sabu

Jadi selain kepopuleran kandidat, kali ini peran Supian Hadi bisa dikatakan sebagai King Maker.

Dari survei yang dilakukan, LSI Denny JA menyimpulkan kans kemenangan tertinggi ada di Halikinnor-Irawati. Artinya ini propabilitas kemenangan paling tinggi, karena jarak antar perolehan double digit dan waktu tinggal lima hari lagi.

“Semua pasangan mempunyai kans untuk menang, tetapi apabila tidak ada kejadian luar biasa, maka Halikinnor-Irawati mempunyai peluang kemenangan yang tinggi dibandingkan dengan pasangan yang lain,” tutupnya. (Jun/beritasampit.co.id).