Pembangunan Jalan Trans Pangkalan Bun- Kolam Terus Digenjot

Man/BERITA SAMPIT : Salah satu lokasi Jalan PBun-Kolam, yang saat ini pembangunan terus digenjot.

PANGKALAN BUN – Pembangunan jalan Pangkalan Bun-Kolam, pembangunan jalanya kembali digenjot. Pasalnnya, sempat terhenti lantaran kondisi jalan terendam banjir.

“Beberapa jalan yang saat musim hujan rusak berat saat ini pembangunannya kembali digenjot dengan menggunakan geotekstile bantuan dari Balai Kementrian PUPR RI, kita padu serasikan dengan program provinsi dan kerjasama dengan multi pihak,” kata Kadis PUPR Juni Gultom, saat meninjau ke lokasi Sabtu, 5 Desember 2020.

Menurut Juni, tahapan perbaikan tanah menjadi salah satu bagian yang penting sebelum dilakukan pembangunan konstruksi atau pengaspalan.

BACA JUGA:   Kapolres Kobar Pimpin Upacara Korp Raport 54 Personel Polres Kobar

“Dan perbaikan tanah juga bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya antara lain dengan geotextile, yaitu masuk ke dalam kategori perbaikan mekanis atau maju,” ujar Juni.

Seraya menambahkan perbaikan tanah/jalan dengan menggunakan geotextile banyak dilakukan di daerah yang memiliki kondisi tanah tertentu, missal tanah lunak bekas banjir, seperti di beberapa titik jalan Pangkalan Bun-Kolam.

“Jadi fungsi geotextile ini dijadikan sebagai material untuk perkuatan tanah karena sifatnya yang kuat dan memiliki daya tahan tinggi terhadap tekanan dan tusukan. Selain itu, pemasangannya pada perbaikan tanah dengan geotextile ini dapat dikatakan mudah, itulah sebagai gambaran bahwa Jalan PBbun-Kolam menggunakan geotextile,” imbuh Juni.

BACA JUGA:   Dua Buah Mobil Terlibat Kecelakaan di Bundaran Pancasila Pangkalan Bun

Dijelaskan Juni, jalan PBun-Kolam, yang parah ada 4 titik di yang parah km 3+00 dan km 4+00 serta km 6 + 00. “Semoga dengan kegiatan menggunakan geotextile, yang dibarengi dengan penimbunan , pembangunan Jalan Pangkalan Bun-Kolam bisa fungsional diakhir tahun 2020,” ungkap Juni Gultom.

(man/beritasampit.co.id).