Dewan Minta Kesejahteraan Guru di Wilayah Pelosok Diperhatikan

IST/BERITA SAMPIT - Muhammad Efendi

KASONGAN- Anggota DPRD Kabupaten Katingan Muhammad Efendi meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) setempat untuk memperhatikan dan membedakan masalah kesejahteraan guru yang bekerja di pusat kota dan guru yang berada di wilayah pelosok.

|Efendi mengatakan, jika memang pemerintah harus lebih memperhatikan kesejahteraan guru di wilayah pelosok jika dibandingkan dengan guru yang bertugas di kota, karena, lanjut dia banyak pertimbangan mengapa guru di wilayah pelosok harus lebih diperhatikan.

“Namun ini jangan sampai disalahartikan bukannya guru yang mengajar di kota tidak diperhatikan, tetap saja guru yang diperkotaan diperhatikan, tetapi mungkin masalah perhatiannya yang harus dibedakan,” ungkapnya, Senin 7 Desember 2020.

Dirinya juga menambahkan beberapa pertimbangan mengapa kesejahteraan guru yang mengajar di wilayah pelosok harus diperhatikan yaitu, dikarenakan tanggung jawab yang diemban guru tersebut cukup berat ketimbang dengan guru yang ada di perkotaan.

BACA JUGA:   Kantor Baru Golkar Katingan Ditargetkan Selesai Tahun 2021

Pasalnya, lanjut dia lagi, terkadang di wilayah pelosok tersebut guru banyak yang merangkap mengajar. Banyak guru yang merangkap, biasa 1 guru mengajar 3 kelas dalam 1 Sekolah Dasar.

Selain itu juga, lanjut dia lagi masalah wilayah yang fasilitas lengkap seperti yang ada di kota, tentu saja guru yang ada di kota punya gaya hidup yang berbeda dengan guru yang ada di pelosok.

“Mulai dari makanan, fasilitas serta sarana dan prasarana, menempuh wilayah, medan dan riam yang sulit, kalau di kota tidak ada jalan yang sulit dilalui, tetapi kalau di wilayah pelosok bisa jadi seorang guru tersebut harus melewati medan yang cukup berat untuk bisa sampai ke sekolahnya,” tuturnya.

BACA JUGA:   Pengurus MUI Katingan yang Baru Diharapkan Bisa Menyejukkan Hati Masyarakat

Oleh sebab itu, Nujhan mengungkapkan kesejahteraan guru yang ada di pelosok sudah seharusnya mendapatkan tunjangan lebih ketimbang guru yang ada di kota, supaya para guru yang mengajar di wilayah terpencil bisa betah.

“Secara logika saja kita berfikir jika kesejahteraan guru yang mengajar di Kota dan di wilayah terpencil disamakan, pastinya guru-guru yang di wilayah terpencil akan meminta untuk bisa pindah ke kota,” tandasnya.

(Kawit/beritasampit.co.id).