Anak Putus Sekolah di Kotim Jangan Sampai Ada Lagi

FOTO :IST/BERITASAMPIT - Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, H. Badriansyah.

SAMPIT – Kendati ditengah wabah Pandemi saat ini, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Pendidikan harus terus gencar melakukan peningkatan mutu maupun kualitas dunia pendidikan di daerah ini dengan berbagai upaya terutama penerapan sistem belajar berbasis online.

Dalam hal ini Seketaris Komisi III DPRD H.Bardiansyah kepada beritasampit.co.id menyampaikan harapannya agar instansi terkait mulai melakukan langkah pendataan kembali setiap semester terhadap anak yang putus sekolah dan yang tidak sekolah baik itu dari tingkat SD hingga Tingkat SMA Sederajat terutama mereka yang ada di pelosok, yang diakibatkan dampak Pandemi maupun hal lainnya hingga saat ini.

BACA JUGA:   Kotim Dinilai Lebih Siap Jadi Ibu Kota Provinsi Kotawaringin

“Selain meningkatkan sistem belajar, kami juga meminta dinas pendidikan berperan aktif dalam mengetaskan buta huruf serta kemiskinan, meskipun terkendala Pandemi saat ini, bisa saja dilakukan melalui pendataan sistem online, atau melalui pihak pemerintah desa masing-masing dan itu sangat penting,” ungkapnya Jumat 11 Desember 2020.

Dari sisi lain dia juga mengatakan peran aktif instansi terkait sangat diperlukan baik dalam hal pendataan hingga kepelosok desa mensosialisasikan program pemerintah yang saat ini sedang berjalan ditengah masa sulitnya ekonomi masyarakat.

“Tentunya Dinas Pendidikan dalam hal ini harus selalu berkoordinasi dengan setiap kepala desa dalam rangka mensosialiasikan atau meningkatkan minat orang tua dalam hal menyekolahkan anaknya. Jangan sampai ditengah masa sulit seperti ini justru anak-anak kita banyak yang putus sekolah, hanya karena keterbatasan ekonomi maupun sistem yang ada saat ini,” tuturnya.

BACA JUGA:   Wakil Ketua DPRD Kotim Harapkan Proyek Fisik Dikerjakan Triwulan Pertama

Legislator partai banteng moncong putih ini juga menekankan kalau harus bicara tentang SDM menurutnya sudah barang tentu harus bicara pendidikan. Dan apabila bicara tentang kemiskinan tanpa pendidikan menurutnya hanya akan sia-sia.

“Kami rasa tidak akan menemukan solusinya, dalam dunia pendidikan tidak ada istilah terlambat, bisa melalui jalur Formal dan Non Formal. Ini sangat penting sebagai modal melanjutkan program hidup generasi kedepan,” tutupnya.

(im/beritasampit.co.id).