Dukcapil Katingan Terus Maksimalkan Kepengurusan KIA

ANNAS/BERITASAMPIT - Kepala Dukcapil Kabupaten Katingan, Feriso

KASONGAN – Jumlah data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Katingan khususnya masyarakat wajib Kartu Identitas Anak (KIA) umur Dari 0 (nol) sampai kurang dari 17 tahun ada sebanyak 51.019 jiwa, per semester 1 yaitu Januari – Juni 2020.

Kepala Dukcapil Kabupaten Katingan Feriso, mengatakan, sementara yang sudah terdata memiliki KIA semester I ada sebanyak 16.840 jiwa atau dengan persentase 33, 01 persen. Namun, dengan hasil tersebut sudah melebihi target nasional. Karena target pada tahun 2020 hanya 20 persen saja.

“Kemudian target pada tahun depan dari Dirjen Kementerian, maka akan naik yaitu dengan target persentase mencapai 35 persen. Artinya Kabupaten Katingan harus maksimalkan kembali target pelayanan KIA ini. Dan untuk semester II akan dirilis pada januari 2021 mendatang,” jelas Kepala Dukcapil Feriso, kepada beritasampit.co.id, Jumat 11 Desember 2020.

BACA JUGA:   Tersengat Aliran Listrik PLN, Warga Kereng Pangi Meninggal Dunia

Maka, untuk memaksimalkan kepemilikan KIA. Dukcapil Kabupaten Katingan akan gencar ke sekolah-sekolah untuk melakukan sosialisasi. Sebab, sekarang ini ada sebagian sekolah yang harus mewajibkan mempunyai kartu KIA.

“Disinilah nantinya penting bagi kami dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Jadi Kami juga akan turun kelapangan untuk lakukan jemput bola. Semuanya itu apabila ada jaringan, kita akan mencetak ditempat langsung dan juga perekaman KTP dan lainnya terutama di desa-desa. Ingat,
mengurus KIA ini semuanya gratis tidak ada dipungut biaya. Jika ada meminta pungutan silahkan laporkan langsung ke kita,” ungkpanya.

BACA JUGA:   Memakmurkan Masjid, Pengurus Remaja Masjid Al-Ghufron Resmi Dibentuk

Lanjutnya menambahkan, terkait jumlah pengurusan Akte Kelahiran umur 0 (nol) sampai 18 Tahun target yang diwajibkan berjumlah 59.359 jiwa. Kemudian, yang sudah memiliki 54.852 jiwa, dengan
persentasenya 92,41 persen.

“Artinya sebagian besar pendudukan yang harus atau wajib sudah memiliki Akte kelahiran sudah mencapai 92,41 persen dan ini sudah cukup tinggi. Namun, jika kita bandingkan dengan seluruh jumlah penduduk memang masih rendah yaitu untuk semester 1 dengan jumlah penduduk laki-laki dan perempuan dengan total 158, 449 jiwa,” pungkasnya.

(Annas/beritasampit.co.id)