Mudah-Mudahan Vaksin Datang Virus Corona Kabur

Ilustrasi.Kang Maman

Penulis : Maman Wiharja (Wartawan beritasampit.co.id).

VIRUS CORONA alias Covid-19 kini inkubasinya semakin ganas. Di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) sampai hari Jumat 10 Desember 2020, jumlahnya semakin bertambah menjadi 1.556 kasus, pasien dalam perawatan 750 orang, yang dinyatakan sembuh 782 orang dan meninggal 24 orang.

Prihatinnya Bupati serta Wakil Bupati Kobar, sama-sama telah terkonfirmasi alias positif Covid-19. Hanya bedanya, kalau Wakil Bupati Ahmadi Riansyah pada Rabu, 17 Juli 2020 dinyatakan positif Corona, setelah 29 hari dirawat, juga sama pada hari Rabu, 19 Agustus 2020, dinyatakan sembuh dari virus coronanya.

Sementara Bupati Kobar Hj. Nurhidayah pada Jumat 11 Desember 2020 malam, telah mengumumkan melalui video dirinya positif Covid-19. Pengamatan penulis, hari Sabtu, 12 Desember 2020 sekitar Pukul 9.00 WIB suasana di Kota Pangkalan Bun tampak hening sepi.

Seolah-olah, cuaca alam di Kota Pangkalan Bun sedang dirudung ‘duka’ lantaran orang nomor satu di Kobar sedang mengalami ‘Cobaan’ dari Allah SWT yakni, positif Covid-19. Termasuk H. Sugianto Sabran juga sama sedang terkonfirmasi Covid-19.

Pengamatan penulis, situasi alam di Kobar, Kalteng tampaknya hampir mirip dengan sejumlah film-film yang menceritakan perjalanan inkubasinya virus corona, pada tahun 2011 diantaranya berjudul ‘Pandemic’, Containment, Corona Virus Covid-19.

BACA JUGA:   Refleksi Akhir Tahun, Pemkab Kobar di Tahun 2020 : Tetap Semangat

Secara perlahan, dengan waktu yang tidak diketahui sebelumnya kini manusia dalam ceritera film ‘bergelimpangan’, padahal tim kesehatan dan dokternya, terus berupaya dengan berbagai obat-obatan, namun satupun obat tidak bisa mencegahnya.

Mari kita simak keterangan Wakil Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) M. Adib Khumaidi, seperti dilansir CNBC Indonesia, mencatat pada 16 November 2020 ada 159 dokter meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.

Ironisnya, berdasarkan survei yang dilakukan sekitar 80 orang justru bukan dokter yang khusus menangani Covid-19, melainkan dokter umum. Kemudian survei yang dilakukan di Jawa Timur ini juga menyebutkan 28% dokter yang meninggal dari praktik pribadi dan 22% dari Puskesmas.

“Ada satu problem yang diperbaiki bagaimana sistem safety di fasilitas kesehatan tersebut, di antara 159 orang itu yang bekerja di RS Rujukan Covid-19 rendah, yang sebagian besar adalah dia bekerja di RS yang bukan rujukan,” kata Adib.

Menurut Adib, dokter dan perawat, serta tenaga kesehatan lainnya memiliki risiko yang membutuhkan perlindungan yakni pencegahan penularan. Selain itu juga dibutuhkan waktu dan tempat penanganan yang tepat.

Dia juga mengharapkan masyarakat dapat menerapkan pola perubahan perilaku dan menjalankan protokol kesehatan, dengan menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. Adib mengatakan, perubahan perilaku pada masyarakat menjadi booster semangat tenaga kesehatan.

BACA JUGA:   Refleksi Akhir Tahun 2020 : Membangkitkan Kompetensi Sosial Dengan Hati, Tapi Tidak Sesuka Hati

“Kondisi yang terjadi di masyarakat juga terjadi di kita, yakni burn out, sebanyak 85% tenaga kesehatan burnout, bahkan data dari kami yang pendidikan spesialis ada yang 15% depresi ini ada laporan. Dan ketahanan mental menjadi penting dalam penanganan pandemi tapi ketahanan ini akan terbantu apabila masyarakat bisa paham dengan perubahan perilaku yang lebih baik terutama penerapan protokol kesehatan,” kata M Adib Khumaedi.

Melihat fenomena pandemi virus corona alias Covid-19, yang inkubasinya semakin mengganas, khususnya di Kabupaten Kobar dan pada umumnya di Provinsi Kalteng, bahkan seluruh Indonesia. Pengamatan penulis, melihat fenomena yang cukup menegangkan bagi kita semua, mudah-mudahan setelah vaksin datang virus corona cepat kabur.

Mari kita berjuang untuk memerangi Covid-19 dengan disiplin mentaati protokol kesehatan yang dibarengi doa dan doa. Bagi Umat Muslim jangan sampai lupa salat wajib setiap hari 5 waktu.

Sesudah salat, usahakan terus doa kepada Allah SWT, agar dijauhkan dari virus corona. Serta vaksin Covid-19 segera dibagikan secara gratis kepada masyarakat di seluruh Indonesia, agar virus corona hilang dari muka, Aamiin.