Terkait Dugaan Adanya Pemilih Dari Luar, Bawaslu Diminta Lebih Cermat

FOTO :IST/BERITASAMPIT - Anggota Komisi I DPRD Kotim, Sihol Parninggotan Lumban Gaol.

SAMPIT – Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sihol Parninggotan Lumban Gaol mendorong agar pihak  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menindaklanjuti protes saksi pada sejumlah TPS di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Salah satunya terkait dengan adanya dugaan mobilisasi pemilih diluar KTP domisili tersebut.

“Saya meminta agar pihak Bawaslu mencermati kembali persoalan adanya dugaan pemilih yang diluar MB Ketapang tetapi melakukan pencoblosan. Dan ini harus ditelusuri karena saya mendapatkan laporan dari sejumlah saksi di TPS,” kata pria yang akrab disapa Gaol itu, Senin 14 Desember 2020.

Protes itu sudah dilayangkan termasuk juga hingga pleno ditingkat kecamatan. Namun oleh penyelenggara hal itu tidak digubris. “Saksi sudah protes dan disinilah kami tekankan Bawaslu lakukan penelusuran dan investigasi sebagaimana persoalan itu. Apakah memang betul atau memang ini sangaja sehingga terjadi dugaan pemilih luar itu secara masif dan terstruktur,” tanyanya.

BACA JUGA:   Pemkab Kotim Diminta Secepatnya Selesaikan Sengketa Lahan Kuburan

Legislator Partai Demokrat ini menyebutkan, apabila hal itu memang terjadi dan ditemukan di jumlah TPS dalam jumlah yang cukup banyak maka tidak menutup kemungkinan harus dilakukan pemungutan suara ulang (PSU).

“Kalau memang masif maka dilakukan dibanyak TPS ya harus dilakukan PSU. Ini saya katakan kurang cermatnya penyelenggara terutama ditingkat TPS, kenapa sampai bisa terjadi hal semacam ini. Harusnya dicermati pemilih yang datang hanya berdasarkan KTP itu tadi,” tegas pria yang membidangi urusan pemilu di DPRD Kotim tersebut.

BACA JUGA:   Perda Sampah Dinilai Mandul, Rimbun Desak Instansi Terkait

Dia mendorong agar saksi yang merasa tidak digubris saat pleno itu menyampaikan laporan secara tertulis kepada pihak Bawaslu Kabupaten. Gaol menyakini Bawaslu akan menjadi pengawas yang bijaksana menanggapi laporan tersebut. “Kita yakini pihak Bawaslu profesional untuk dugaan pelanggaran pemilu yang terjadi itu. Sehingga persoalannya jelas dan terang benderang,” tegasnya.

Dia berharap agar tindaklanjutnya dilakukan sebelum pleno berlanjut. Sehingga tidak terlalu lama untuk mengambil rekomendasi jika memang akan dilakukan PSU nantinya.

(im/beritasampit.co.id).