Cegah Covid-19 di Tempat Wisata, OJK Kalteng Kolaborasi Dengan BRI dan Pemerintah

SAMBUTAN : HARDI/BERITA SAMPIT - Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy saat memberikan sambutan dalam acara media update yang diselenggarakan pihaknya.

PALANGKA RAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bekerjasama dengan Bank BRI dan Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya soal sistem transaksi keuangan pada tempat wisata secara sehat, mengikuti protokol kesehatan (prokes).

Kepala OJK Provinsi Kalteng, Otto Fitriandy pada acara media update yang diselenggarakan pihaknya menjelaskan, bahwa tempat wisata merupakan pusat dari para pelaku usaha, sehingga tempat wisata yang jadi fokus utama dari Bank BRI dan Pemerintah Kota Palangka Raya yaitu di Tempat Wisata Kereng Bengkirai.

BACA JUGA:   Pengadilan Agama Palangka Raya Naik Kelas 1A, Wali Kota Harap Bisa Lebih Maksimal

“Hal itu dikarenakan di Kereng Bengkirai banyak pelaku usaha, sehingga untuk mencegah klaster baru apabila tempat tersebut dibuka,” kata Otto Fitriandy.

Otto menjelaskan, untuk antisipasi terjadi klaster baru, yang dapat merugikan para pelaku usaha, dalam sistem transaksi itu tidak perlu lagi menggunakan uang tunai, cukup dengan scan barcode atau emoney dan lainnya. Dengan hal itu dapat mencegah terjadinya kontak fisik antara pelaku usaha dan pembeli, dengan begitu dapat meminimalkan penyebaran Covid-19.

“Seperti halnya pelaku usaha yang ada di wilayah tersebut dengan menggunakan transaksi scan barcode itu sudah meminimalkan penyebaran Covid-19. Rencananya pada hari Jumat 18 Desember 2020 kita akan berdiskusi lagi dengan Pemerintah Kota Palangka Raya dan Bank BRI terkait hal tersebut, terkait masalah teknisnya,” kata Otto.

BACA JUGA:   Polsek Seruyan Hilir Intensif Gelar Operasi Yustisi Tibmask

Otto berharap kedepan bisa diterapkan di seluruh tempat wisata yang ada di Kota Palangka Raya dan lebih baik lagi apabila diterapkan di seluruh tempat wisata yang ada di Kalteng. (Hardi/beritasampit.co.id).