Masyarakat Pedalaman Dambakan Jaringan Telekomunikasi

IST/BERITA SAMPIT - Anggota DPRD Kabupaten Mura, Maria Hetty

PURUK CAHU – Banyak permasalah yang sering ditemukan ketika Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya (Mura) melakukan reses atau kunjungan kerja ke daerah pemilihan (Dapil) masing-masing, tidak terkeculi permasalah sulitnya mendapat akses telekomunikasi atau jaringan seluler.

Munculnya keluhan masyarakat terkait itu, lantaran masih minimnya infrastruktur untuk mempermudah warga berkomunikasi, sehingga pihak DPRD Kabupaten Mura meminta kepada pemerintah daerah agar mencari jalan keluar agar masalah ini bisa teratasi.

Anggota DPRD Kabupaten Mura, Maria Hetty menyampaikan keluhan sebagian besar warga terkait masih terbatasnya akses komunikasi ini dari kegiatan reses yang dilakukannya di daerah pemilihan (Dapil) III, terutama di daerah pedesaan.

BACA JUGA:   Demi Suksesnya Pilkada 2020, KPU Mura Gelar Sosialisasi Tata Cara Mencoblos

Disampaikan Maria, dari pertemuan warga pada kegiatan reses di Dapil III, seperti di Desa Babuat, Baratu, Juking Sopan, Pantai Laga yang berada di Kecamatan Permata Intan, serta beberapa desa di Kecamatan Sumber Barito meminta dipasangnya tower Base Transceiver Station (BTS).

“Hal itu dimaksud agar mereka mudah melakukan komunikasi layaknya masyarakat kota, karena kita ketahui telekomunikasi atau penggunaan telepon genggam sudah menjadi kebutuhan masyarakat modern saat ini,” kata Maria Hetty beberapa waktu lalu, Jumat 18 Desember 2020.

Menurutnya, pemerintah daerah diminta untuk lebih menunjukan perannya untuk menggandeng pihak swasta agar mau membangun sarana komunikasi nirkabel sehingga akses komunikasi bisa dinikmati semua warga, bahkan letaknya jauh.

BACA JUGA:   Bupati Ajak Semua Pihak Dukung Program Mura Cerdas

“Kalau tidak ada upaya tentu permasalahan itu hanya bisa berlarut-larut, lalu kapan lagi masyarakat menikmati manfaat teknologi yang diciptakan masa kini. Andai pun siknal bisa mereka beli, pasti mereka akan beli karena merasa penting dan butuh,” jelas politisi Nasdem itu.

Tidak hanya itu, manfaat bagi warga sendiri bila mudanya akses komunikasi tentu memudahkan berbagai aktivitas mereka sehingga tidak sesulit sekarang yang masih ada desa tida bisa dijangkau siknal seluler.

“Paling banyak dikeluhkan di dapil III masalah sinyal seluler dan yang kedua masyarakat meminta perhatian pemerintan terhadap tenaga pendidik, baik dari sisi jumlah mereka maupun dari sisi insentif,” tandasnya.

(Lulus/beritasampit.co.id)