Paguyuban Seni Budaya Kuda Lumping Turonggo Mulyo Gelar Ritual Adat Dayak

ANNAS/BERITA SAMPIT -  Suasana Pelaksanaan Ritual Adat Dayak Perkumpulan atau Paguyuban Seni Budaya Kuda Lumping Turonggo Mulyo.

KASONGAN – Perkumpulan atau Paguyuban Seni Budaya Kuda Lumping Turonggo Mulyo, Kereng Humbang, Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan menggelar acara ritual adat Dayak, pada Sabtu, 19 Desember 2020.

Kegiatan tersebut, dihadiri Sekretaris Camat Katingan Hilir, Dony Merianto, dan juga dihadiri perwakilan pihak Polsek Katingan Hilir, Danramil Kasongan, perwakilan Satpol PP, sejumlah ketua RT, Damang Kecamatan Katingan Hilir, Mantir Kelurahan Kasongan Lama, Barisan Pertahanan Masyarakat Dayak (Batamad), Kecamatan Katingan Hilir, tokoh masyarakat serta undangan lainnya.

Diketahui, bahwa digelarnya ritual adat Dayak ini karena ada warga setempat yang mengaku keberatan dengan adanya suara tetabuhan musik hampir setiap malam saat paguyuban tersebut mengelar latihan Seni Budaya Kuda Lumping Turonggo Mulyo.

Dengan adanya hal tersebut, dilakukanlah pertemuan antara paguyuban seni budaya kuda lumping Turonggo Ngudi Mulyo Kereng Humbang dengan tokoh masyarakat setempat yang difasilitasi pihak Kelurahan Kasongan Lama, Polsek Katingan Hilir, Danramil Kasongan dan pihak lainnya pada Selasa, 15 Desember 2020.

BACA JUGA:   Pendistribusian Logistik Surat Suara 386 TPS di Katingan Tidak Ada Kekurangan

Sekretaris Camat Katingan Hilir Dony berharap kedepan antara pihak paguyuban dengan warga masyarakat agar melakukan komunikasi yang baik. “Pada Selasa kemarin sudah ada kesepakatan dan sudah kami terima. Saya mohon untuk bisa menjaga keberagaman ini sesuai harapan Camat Katingan Hilir. Sehingga kegiatan betul-betul di sepekati,” ucap Dony, saat menyampaikan sambutan Camat Katingan Hilir.

Dirinya menambahkan, apabila ada masalah ataupun sesuatu ada hal yang dibicarakan lebih baik tidak mengekspos ke media terlebih dahulu. “Tentunya, dapat kita bicarakan secara baik-baik, karena acara ritual sudah diikut oleh pihak paguyuban ini,” jelasnya.

Sementara itu, Pak Slamet yang merupakan salah satu pengurus Paguyuban Seni Budaya Kuda Lumping Turonggo Ngudi Mulyo Kereng Humbang, menjelaskan ritual ini dilakukan oleh pisur sekaligus untuk menyaksikan kolaborasi antara adat Dayak Ngaju Kalteng dengan Paguyuban seni budaya Kuda Lumping Turonggo Ngudi Mulyo Kereng Humbang.

“Kami mengikuti adat di sini. Kami juga mohon maaf kepada warga sekitar sini. Dengan adanya pengalaman ini, saya dan pihak lainnya merasa bersyukur dengan adanya keberagaman, sehingga bisa berkolaborasi dengan kesenian yang ada di sini,” terang Slamet.

BACA JUGA:   DPRD Katingan Minta Pemkab Kaji Ulang Sekolah Tatap Muka Dimasa Pandemi Covid-19

Kemudian, ditempat yang sama, Hardi I Kasan yang merupakan tokoh masyarakat setempat membenarkan beberapa hari yang lalu mereka dengan pihak paguyuban seni budaya Kuda Lumping Turonggo Ngudi Mulyo, dan disaksikan Damang Katingan Hilir, Mantir Kasongan Lama, Babinsa, pihak Polsek Katingan Hilir, melakukan pertemuan di kantor Kelurahan Kasongan Lama.

“Ada beberapa hal yang telah disepakati, terutama mengenai jadwal latihan, yang dulunya setiap malam dengan batas waktu sampai tengah malam. Sehingga di lingkungan sekitar menjadi terganggu. Dan berdasarkan kesepakatan latihan paguyuban ini diubah dengan tiga kali seminggu dari sebelumnya yang hampir setiap malam,” ucapnya.

“Mari kita saling menghargai, kami warga Kereng Humbang, dan saya ucapkan terima kasih kepada Batamad yang juga hadir di sini mari kita bangun kebersamaan ini,” tambahnya. (Annas/beritasampit.co.id).