BREAKING NEWS: Perempuan 47 Tahun Diduga Hilang Terseret Air Pantai Laut Pandaran

CARI JASAD : IST/BERITA SAMPIT - Sejumlah warga Desa Ujung Pandaran sedang mencari jasad korban diduga terseret arus laut Pandaran di pantai laut Pandaran terletak di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kotim, Kalteng.

SAMPIT – Seorang perempuan kelahiran 1973 berinisial J warga Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), diduga terseret air pantai laut pandaran tidak jauh dari kubah. Hingga kini, jasad korban masih dalam proses pencarian warga setempat.

Informasi yang dihimpun Berita Sampit. korban berstatus cerai mati itu bersama dua anaknya sedang mengumpulkan pasir yang ada dibibir pantai laut pandaran. Pasir yang diduga puya itu dimasukan ke keranjang yang memang sudah disiapkan.

Akan tetapi, saking asyiknya mengumpulkan pasir puya korban tidak menyadari bahwa kondisi air laut pada saat itu sedang pasang. Tiba-tiba korban langsung hanyut terseret air laut. Diduga korban tidak bisa berenang.

BACA JUGA:   Camat Pulau Hanaut Dorong Kaum Perempuan Aktif Organisasi

“Kami dapat informasi dari anak korban yang selamat, dia menceritakan bahwa ibunya itu diduga telah hilang terseret arus air pantai laut pandaran,” ucap salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Terpisah, Kepala Desa Ujung Pandaran Aswin Nur membenarkan bahwa dirinya telah menerima informasi dari warga ujung pandaran ada seorang warganya telah terseret air pantai laut pandaran.

“Setelah dapat informasi itu, saya langsung koordinasikan dengan Camat Teluk Sampit untuk sama-sama ke lokasi ikut mencari korban yang diduga telah terseret air laut,” ujar Aswin ketika dikonfirmasi via telepon, Rabu 30 Desember 2020, malam.

BACA JUGA:   Tokoh Kotawaringin Kumpul Bareng Supian Hadi di Sampit

Selain berkoordinasi dengan pihak kecamatan, Aswin juga menegaskan bahwa kejadian itu sudah dilaporkan ke BASARNAS Kotim, Polsek Jaya Karya Samuda, Koramil 1015-06 Samuda bahkan Airud.

“Informasinya, BASARNAS akan ikut pencarian jasad korban diperkirakan besok (kamis) setelah dapat izin dari BASARNAS Provinsi Kalteng,” kata Aswin.

Hingga berita ini ditayangkan, untuk sementara warga setempat, kepala desa dan camat melakukan pencarian jasad korban menggunakan peralatan seadanya. Sebab, kondisi di pantai laut pandaran yang merupakan destinasi wisata gelap gulita karena letaknya sangat jauh dari permukiman penduduk. (Ifin/beritasampit.co.id).