Pelayanan Publik yang Cepat Semakin Jadi Kebutuhan Utama Masyarakat

WAWANCARA : HARDI/BERITA SAMPIT - Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin saat diwawancara awak media dalam kegiatan uji coba operasional Mall pelayanan publik Huma Betang Kota Palangka Raya, di Hotel Swiss-belhotel Danum Palangka Raya.

PALANGKA RAYA – Pada hakekatnya penyelenggaraan pelayanan publik yang cepat, mudah terjangkau, aman dan nyaman, semakin menjadi kebutuhan utama masyarakat. Sehingga masyarakat harus semakin mendapatkan kemudahan dalam mengakses berbagai jenis pelayanan.

“Oleh karena itu ketersediaan layanan yang terintegrasi dalam satu lokasi dan terjadi saling sinergi antar pelayan yang ada menjadi solusi terbaik,” kata Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin kepada awak media saat menghadiri uji coba operasional Mall pelayanan publik Huma Betang Kota Palangka Raya, di Hotel Swiss-belhotel Danum Palangka Raya, Rabu 30 Desember 2020.

Hal itulah yang mendorong untuk menyediakan layanan internet terintegrasi melalui Mall pelayanan publik Huma Betang Kota Palangka Raya dengan telah ditetapkannya Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 81 tahun 2010 tentang grand design reformasi birokrasi 2010-2025, dimana pelayanan publik merupakan salah satu dari delapan area perubahan.

BACA JUGA:   Membantu Siswa Belajar, Polsek Bukit Batu Kembali Siapkan Sarana Pembelajaran Daring

Selain itu berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 23 tahun 2017 tentang penyelenggaraan Mall pelayanan publik. Adanya Mall pelayanan tersebut dalam rangka menyelenggarakan pelayanan publik yang cepat, mudah terjangkau, aman dan nyaman melalui hal tersebut terdapat perubahan baru terhadap tata cara pemerintahan dalam melaksanakan pelayanan publik.

Fairid menjelaskan, dalam hal pelayanan publik Kota Palangka Raya pada dasarnya telah banyak melahirkan berbagai bentuk pelayanan yang semakin mudah. Terdapat 125 layanan perizinan sejak tahun 2017 dan untuk tahun 2020 ini telah diusulkan perubahan Peraturan Wali Kota tentang perizinan dan non perizinan karena telah tercatat 145 perizinan yang akan diberikan.

Namun demikian, tidak menjadikan inovasi baru bentuk pelayanan publik menjadi terhenti. Bahkan kedepan diharapkan semakin banyak inovasi akan terlahir dan benar-benar menjadikan masyarakat semakin puas dengan pelayanan pemerintah. Selain itu hal ini merupakan bentuk pelayanan publik dan output layanan kepada masyarakat dalam satu wadah.

BACA JUGA:   Belajar Mengajar Tatap Muka di Kota Palangka Raya Ditunda

“Untuk itu saya akan tekankan bagi petugas pelayanan untuk terus mengembangkan dan meningkatkan layanan kepada masyarakat agar masyarakat merasa aman dan nyaman karena hal tersebut bentuk pemerintahan hadir di tengah-tengah masyarakat,” tegas Fairid.

Pada era digital semua sudah di dalam genggaman. Oleh karena itu ASN yang melayani masyarakat yang merupakan instrumen penting sebagai support pembangunan, dan sistem harus bisa menentukan perkembangan ini karena hal tersebut sangat diperlukan dan akan diuji coba di mall pelayanan publik tersebut.

Fairid berharap masyarakat dapat lebih mengetahui jenis-jenis layanan yang ada dan akan menjadi semakin baik terintegrasi dan dapat menjadi salah satu solusi dari bentuk pelayanan terpadu yang dapat dijangkau dalam satu tempat. (Hardi/beritasampit.co.id).