Disambar Buaya, Tangan Kiri Seorang Nenek di Desa Pelangsian Putus

IST/BERITA SAMPIT - Korban Bahriah (74) saat mendapatkan penanganan intensif di ruang UGD RSUD dr Murjani Sampit, Sabtu 02 Januari 2020.

SAMPIT – Warga Desa Pelangsian, tepatnya di sekitar wilayah pasar Pelangsian, jumat 01 Januari 2020, sekira pukul 23.30 Wib dihebohkan dengan peristiwa seorang nenek Bahriah (74) menjadi korban serangan buaya yang mengakibatkan tangan kirinya putus.

Serangan sendiri terjadi tidak jauh dari rumah korban, yang kebetulan posisi rumahnya tepat di pinggir sungai, tidak jauh dari pelabuhan pasar pelangsian.

Kepala Desa Pelangsian, Ismail membenarkan bahwa ada salah seorang warganya menjadi korban serangan buaya.

“Dari pengakuan cucunya, pada malam itu kondisi air sedang pasang sampai titian jembatan menuju rumah korban. Kebetulan korban sakit perut dan buang air besar di titian itu. Namun saat sudah selesai dan mau cebok, tangannya langsung ke air sungai dan pada saat itu dengan tiba-tiba di serang buaya,” jelas Ismail, Sabtu 02 Januari 2021.

BACA JUGA:   Wilayah tak Terpapar Covd-19 Bisa Gelar Belajar Tatap Muka

Akibat serangan itu, tangan kiri korban putus, dan kaki kiri korban diduga patah, beruntung korban selamat dan dilarikan langsung oleh cucunya beserta warga ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit, guna mendapatkan penanganan yang lebih intensif.

“Saat ini kami membantu dengan membuatkan surat keterangan miskin pada korban, namun kami belum bisa menemui, karena dari hasil pemeriksaan pihak rumah sakit, diduga korban juga reaktif Covid-19, sehingga kami hanya bisa menitip saja surat maupun bantuan lainnya untuk korban,” Kata Ismail.

BACA JUGA:   Desember - Maret Musim Bertelur, Buaya Lebih Agresif

Sementara itu, kasus ini juga telah ditangani pihak Kepolisian, dan juga dari Pos Jaga Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Sampit, yang rencananya akan melakukan pengecekan kelokasi kejadian.

(Cha/beritasampit.co.id)