1,6 Juta Dosis Vaksin Untuk Kalteng, Dewan Minta Masyarakat Percaya Kepada Pemerintah

M.SLH/ BERITA SAMPIT - Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalteng Kuwu Senilawati.

PALANGKA RAYA – Vaksin Covid-19 untuk Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sebanyak 1,6 juta lebih dosis yang dialokasi Pemerintah Pusat, yang diperkirakan akan mampu vaksinasi 80 persen penduduk Kalteng, yang berusia diantara 18-59 tahun. Namun saat ini vaksin tersebut baru diprioritaskan untuk tenaga kesehatan, dengan sasaran sebanyak 17.942 orang.

Hal tersebut mendapat tanggapan dari Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalteng, Kuwu Senilawati. Ia mengimbau kepada masyarakat agar lebih percaya kepada sumber yang layak dipercaya.

“Tidak mungkin juga pemerintah yang memberikan vaksin yang tidak berguna atau tidak bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Kuwu Senilawati di Ruangan Komisi DPRD Provinsi Kalteng, Kamis 6 Januari 2021.

BACA JUGA:   Kapolda Kalteng Launching 15 Bhabinkamtibmas Food Estate

Politikus Partai Gerindra ini menilai bahwa Pemerintah sudah banyak mengeluarkan anggara triliunan untuk vaksin. Seperti sebelumnya setiap sesuatu vaksin itu ada dimana dari yang 100% ada 1-2 % yang menyimpang.

“Misalkan ada masyarakat yang disuntik, tiba-tiba meninggal begitu, yah mungkin karena kondisi tubuhnya, makanya dipastikan ada beberapa orang yang habis disuntik tiba-tiba, itu cacar itu akses dari kontradiksi yang ada di dalam tubuh, jadi ada penyimpangan sekian jika 0,1% dari setiap vaksin,” tuturnya.

BACA JUGA:   Kapolda Kalteng Sambut Kedatangan Kepala BNN

Dia menegaskan, bahwa vaksin sangat berguna dan memang wajib diberikan kepada anak-anak, supaya tidak terdampak Covid-19. Menurutnya, tidak ada jalan lain, masyarakat harus memberikan kepercayaan kepada pemerintah untuk bisa menanggulangi pandemi ini.

“Kita bersama-sama, yang penting pada saat datang kita tidak mengabaikan Protokol Kesehatan yang sudah kita lakukan selama ini seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan dan juga ada vaksin yang diberikan jangan kira kita sudah vaksin kita bebas melakukan apa saja hingga melupakan Prokes,” pungkas Kuwu Senilawati. (M.Slh/beritasampit.co.id).