Rentenir di Kobar Masa Pandemi Covid-19 Laris

Ilustrasi

PANGKALAN BUN – Rentenir baik perorangan atau dengan dalih mengatas namakan sebuah koperasi, saat 10 bulan masa pandemi Covid-19 tampaknya semakin laris, diminati masyarakat pelanggan yang kebanyakan mereka memiliki warung makan, atau kios sembako di sepanjang pinggir jalan raya.

“Yang namanya rentenir memang sangat sulit untuk dimusnahkan, lantaran modus operandinya memiliki trik-trik khusus alias kegiatannya seperti ‘siluman’, dalam artian sulit untuk cepat dideteksi oleh yang berwajib,” kata Bardian, salah seorang warga di Pangkalan Bun, Kamis 7 Januari 2021.

Menurut Bardian, sulitnya dilacak untuk pembuktian, dari yang meminjam dan yang memberi pinjaman serta rentenir, karena si petugas rentenir sebelum direkrut mencari mangsa atau calon pelanggan, harus taat mengikuti aturan bosnya.

BACA JUGA:   Sebaran Covid-19 di Kobar Tembus 1.161 Kasus

“Kemudian si petugas rentenir pun, saat mendapatkan calon nasabah tidak semudah meminjamkan uangnya. Karena calon nasabah harus menjaga kerahasiaan, setelah sepakat baru uang dalam 1 jam bisa didapat oleh calon nasabah,” ujar Bardian.

Bardian juga membenarkan, masa pandemi ini banyak masyarakat yang sangat membutuhkan uang. “Jujur saja, kalau kita telaah semua perusahaan jasa yang meminjamkan uang dengan mengadaikan BPKB mobil atau motor, itu juga termasuk rentenir terselubung, lihat saja bunganya sangat tinggi,” imbuh Bardian.

BACA JUGA:   Akhirnya Jemaah Umrah Indonesia Bisa Pulang

Terpisah, di sebuah warung nasi jalan HM. Rafii tampak terlihat pemilik warung sedang transaksi bayar cicilan ke salah seorang petugas rentenir yang masih muda.

“Yah, enggak banyak pak pinjamnya hanya Rp 2.500.000, selama sebulan, setiap hari cicilan rata-rata Rp 120.000. Kalau dijumlahkan sebulan Rp 3.600.000,” jawab Ibu warung nasi, saat ditanya sesudah petugas rentenir pergi. (Man/beritasampit.co.id).