Sosialisasi Program Sawit Rakyat Luruskan Pemahaman Masyarakat

PEMBUKAAN : ENN/BERITA SAMPIT - Wakil Bupati Sukamara Ahmadi saat membuka sosialisasi Program PSR di Aula Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Sukamara. 

SUKAMARA – Wakil Bupati Sukamara Ahmadi mengatakan bahwa selama ini masyarakat masih belum mendapatkan informasi lengkap terkait program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) atau replanting yang telah berjalan sejak tahun lalu.

Pasalnya masyarakat yang bukan pekebun sawit dan tidak memiliki lahan perkebunan sawit mengharapkan bisa menjadi bagian dari program PSR tersebut.

“Ini merupakan program lama yang telah ditunggu masyarakat, dimana melalui sosialisasi ini kita ingin meluruskan kesimpangsiuran dimana masyarakat ingin sekonyong-konyong mendapatkan kebun dimana lahannya belum jelas dan sebagainya,” kata Ahmadi usai membuka Sosialisasi PSR di Aula Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Sukamara, Sabtu 9 Januari 2021.

BACA JUGA:   Tidak Ada Perayaan Malam Tahun Baru, Bupati Sukamara Imbau Warga Tetap di Rumah

Menurut Ahmadi, melalui program peremajaan sawit rakyat tersebut diharapkan dapat menjadi penguat pondasi perekonomian Kabupaten Sukamara ditengah pandemi Covid-19 saat ini.

“Ini kita harapkan menjadi pondasi perekonomian khususnya diwilayah Utara Sukamara,” ucap Ahmadi.

Ahmadi menjelaskan bahwa Kabupaten Sukamara memiliki potensi peremajaan 4000 hektar dengan tahun tanam 1997 1998 plasma KKPA KUD beringin Raya tahap 1 dan 4000 hektar tahun tanam 2001-2002 KKPA tahap II anggota KUD beringin jaya.

BACA JUGA:   Tangani Covid-19, Pemkab Sukamara Kucurkan Rp 10 Miliar

“Potensi ini menjadi perhatian khusus tim PSR Kabupaten Sukamara agar sesuai dengan Inpres nomor 6 tahun 2019 tentang rencana aksi nasional perkebunan kelapa sawit berkelanjutan tahun 2019-2024,” terang Ahmadi. (enn/beritasampitml.co.id)