Vaksin Covid-19 Hanya Untuk Orang Yang Benar-Benar Sehat

HARDI/BERITA SAMPIT - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng dr. Suyuti Syamsul.

PALANGKA RAYA – Ternyata ada kelompok masyarakat yang tidak akan mendapatkan vaksin Covid-19, karena adanya kontra indikasi. Mereka tidak diberikan vaksin Covid-19 karena mempertimbangkan keselamatannya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng dr. Suyuti Syamsul menjelaskan, bahwa beberapa kejadian ikutan pasca pemberian vaksin bisa saja memperberat penyakitnya. Jadi pemberian vaksin Covid-19 hanya akan diberikan pada mereka yang benar-benar sehat sehingga tubuhnya bisa membentuk kekebalan dan meminimalkan kemungkinan terjadinya efek samping yang tidak diharapkan.

“Kontra indikasi pemberian pada pemberian vaksin Covid-19 sejatinya sering ditemukan pada pemberian vaksin lainnya. Saya yakin ibu-ibu yang pernah membawa bayinya ke Posyandu untuk imunisasi pernah ditolak oleh petugas vaksinasi karena bayinya sedang demam. Salah satu efek samping imunisasi yang bisa terjadi adalah demam, sehingga pemberian vaksin pada bayi yang sedang demam bisa memperparah demamnya. Setelah demam hilang, bayi kembali dapat divaksinasi (imunisasi). Demam adalah contoh kontra indikasi sementara,” jelas dr. Suyuti, Sabtu 9 Januari 2021.

BACA JUGA:   Satlantas Polres Seruyan Sosialisasikan 3M kepada Warga

Melalui pesan WhatsApp, Suyuti menjelaskan beberapa kondisi seperti riwayat alergi berat dapat menjadi kontra indikasi absolut dan orang tersebut tidak akan pernah diberikan vaksinasi tertentu, karena dapat membahayakan jiwanya.

“Vaksinasi hanya akan diberikan pada orang-orang yang benar-benar sehat, karena alasan keamanan penerima vaksin. Pemerintah tentu tidak ingin rakyatnya sakit apalagi sampai meninggal dunia setelah diberikan vaksin. Sebagai sebuah tindakan medis, vaksinasi sebagaimana tindakan medis lainnya tentu saja bisa timbul efek yang tidak diinginkan tetapi sangat kecil kemungkinannya,” ucapnya.

BACA JUGA:   Pemprov Kalteng Terima 27.000 Dosis Vaksin Sinovac Tahap Kedua

Suyuti menegaskan, bahwa petugas vaksinasi semuanya terlatih mengatasi risiko munculnya efek serius vaksinasi. Sehingga peluang masuk ICU rumah sakit jauh lebih besar karena penyakit Covid-19 dibandingkan masuk ICU karena efek samping vaksinasi.

Dia mengajak masyarakat Kalteng bersama-sama akhiri pandemi Covid-19 yang telah meneror kehidupan normal sudah berbulan-bulan, dengan mengambil tanggung jawab sosial untuk mengikuti vaksinasi. (Hardi/beritasampit.co.id).