Kabar Duka, Hendri Wartawan Asal Kobar Tutup Usia

IST/BERITA SAMPIT- Hendri semasa hidup saat berada di Bandara Iskandar P Bun, menunggu jumpa pers, penjelasan dari LAPN, terkait ditemukannya seriphan roket.

PANGKALAN BUN – Dunia jurnalis Kotawaringin Barat (Kobar) berduka, salah satu wartawan Antara Hendri (31) dikabarkan tutup usia. Kabar ini pun cepat menyebar dikalangan para jurnalis.

“Innalillahi Wa Innalillahi Rojiun, telah pulang kerahmattulah Hendri (31) wartawan berita ‘Antara’ Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), pada hari Selasa sekitar Pukul 16.00 WIB, di rumah duka, ” pesan yang didapat beritasampit.co.id.

Hendri semasa hidup dikenal sebagai salah satu jurnalis yang memiliki kepribadian yang baik, Ia juga dilingkungan para wartawan dikenal sering homor.

BACA JUGA:   Satpolair Polres Kobar Periksa Nahkoda dan ABK Kapal Bahkan Sosialisasi Prokes

Selama menjalankan pekerjaanya sebagai jurnalis, Hendri selalu memegang teguh integritas dan kritis dalam menggali informasi dari para narasumber. Bahkan sebelumnya, Senin, 11 Januari 2021. Hendri tetap melakukan kegiatan jurnalis dan nampak segar bugar meliput kedatangan Vaksin Covid-19 di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Kobar.

Kemudian saat di Bandara pada jumpa pers mendengar penjelasan dari Tim LAPAN, terkait ditemukannya serpihan roket. Almarhum, paling banyak bertanya kepada Kuncoro Kepala Badan LAPAN Pontianak.

Kabar mengejukan ini pun membuat para sahabat dan rekan kerjanya terkejut. Bahkann dengan beritasampit.co.id, sempat bercanda saat almarhum memakai kaca mata hitam. Nampak ganteng kamu Hendri puji maman wartawan beritasampi.co.id “Ah, Pak Maman bisa saja “,jawan Almarhum.

BACA JUGA:   Jumat Berkah, Polsek Arsel Bagikan Sembako Kepada Warga Terdampak Covid-19

Almarhun juga dikenal oleh semua wartawan, orangnya mudah bergaul, ramah setiap diajak bicara, tidak sombong. Selama jalan, Adiku, Sahabatku, Semoga Allah SWT mengampuni segala dosanya dan menjadi ahli Surga. Amiiin.

Hingga sekarang belum diketahui, almarhum Hendri mengalami sakit apa, meski begitu para kerabat dan keluarga terus berdatangan di rumah duka.

(man/beritasampit.co.id).