Kadis Kesehatan Kobar Tegaskan Siap Disuntik Vaksin Pertama

IST/BERITA SAMPIT - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kobar, Achmad Rois

PANGKALAN BUN – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Achmad Rois menegaskan bahwa dirinya akan menjadi orang yang pertama yang di vaksinasi.

“Sebelum para perawat yang akan divaksinasi, saya siap menjadi orang pertama yang di vaksinasi, karena memang sudah dinantikan Vaksin ini,” kata Achmad Rois. Selasa, 12 Januari 2021.

Achmad Rois, juga mengharapkan dengan datangnya Vaksin Covid-19 menjadi lembaran baru di tahun 2021, Kabupaten Kobar kembali normal (zona hijau) dan masyarakatkatnya semuanya sehat.

“Namun tentunya, walaupun nantinya vaksin sudah digunakan kita semua tetap harus mentaati protokol kesehatan, seperti memangai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menghindari kerumunan,” ungkapnya.

Seperti dikutip Beritasampit.co.id, dari rilis KPCPEN, Senin,11 Januari 2021, dr. Daeng M. Faqih, SH, MH, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyampaikan, Pelaksanaan vaksinasi ini perlu role model dari pimpinan dan tokoh publik supaya masyarakat semakin percaya dan tidak ragu.

BACA JUGA:   24 Jema’ah Umroh PT Alkamila Pangkalan Bun Tiba di Madinah

“IDI sejak awal menyampaikan, setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) memberikan izin penggunaan darurat, IDI akan memberikan contoh untuk menjadi yang pertama divaksin.” kata dr Daeng.

IDI juga telah melakukan sosialisasi baik secara internal maupun kepada masyarakat bahwa vaksinasi ini adalah pilihan yang baik untuk mengakhiri pandemi. Survei internal saat ini sedang dilakukan lembaga riset IDI bersamaan dengan kegiatan edukasi dan sosialisasi.

“Tujuan akhirnya adalah menyadarkan dokter untuk ikut divaksinasi pada tahap pertama. Selain itu, ketika saat pelaksanaan vaksinasi di masyarakat nanti, tenaga kesehatan bisa ikut berpartisipasi untuk menyukseskannya,” jelasnya.

BACA JUGA:   Polsek Kolam Imbau Warga Terapkan Protokol Kesehatan

Para tenaga kesehatan sendiri sudah sangat memahami mengenai pentingnya vaksinasi karena mereka terbiasa melakukan pelayanan vaksinasi sehari-hari hingga ke puskesmas.

“Oleh karena itu, tenaga kesehatan seharusnya tidak perlu mempermasalahkan vaksinasi. Koridor yang perlu dijaga adalah keamanan dan efektivitasnya dan itu akan dijawab oleh hasil laporan uji klinik yang dilakukan serta izin penggunaan darurat yang akan dikeluarkan Badan POM,” tambahnya.

Sementara itu, masyarakat diimbau agar kepercayaan terhadap vaksin tidak berdasarkan merek atau basis negara, tapi harus berdasarkan aspek ilmiah.

“Jadi vaksin tersebut sudah dijamin keamanan dan efektivitasnya dari mana pun asal dan mereknya,” terang dr. Daeng .

(man/beritasampit).