Dinas Perpustakaan dan Arsip Kalteng Kembali Gelar Inovasi Literasi

IST/BERITA SAMPIT - Penggiat Seni, Benny M. Tundan (kanan) saat hadir di Ruangan Literasi Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah.

PALANGKA RAYA – Inovasi Literasi merupakan sebuah kegiatan kerjasama antara Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama Yayasan Euroweek School Of Leader Indonesia. Kegiatan Inovasi Literasi ini dilaksanakan setiap Hari Rabu dengan tema yang berbeda-beda setiap pekan di Ruangan Literasi Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalteng.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap literasi dan menyalurkan berbagai inspirasi melalui kreatifitas atau bakat yang dimiliki masyarakat.

Kepala Bidang (Kabid) Layanan Teknologi Informasi dan Kerjasama Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalteng, Kuntep Berkat Asi, Rabu 13 Januari 2021 mengatakan, bahwa hasil dari Inovasi Literasi sebelumnya pada tahun 2020 berhasil meningkatkan kunjungan masyarakat ke Perpustakaan.

“Hal itu terbukti dengan banyaknya masyarakat yang membuat kartu anggota perpustakaan. Meskipun di masa pandemi seperti ini peminjaman buku tetap berjalan dengan baik,” katanya.

BACA JUGA:   Kebakaran di Pahandut Menelan Kerugian Sekitar Rp 800 Juta

Selain itu, kegiatan Inovasi Literasi hari Rabu 13 Januari 2021 ada yang berbeda, yaitu dilakukan secara daring. Mereka berfokus pada media sosial seperti Instagram dan zoom meeting. Untuk kegiatan hari ini berlangsung pada pukul 13.00-15.00 WIB, dengan mengangkat tema Flashback Inovasi Literasi 2020 – Hit Me Baby One More Time.

Kegiatan Inovasi Literasi ini mengundang beberapa mantan pengisi acara pada Inovasi Literasi 2020, diantaranya ada Guru di SLBN 1 Palangka Raya Apriyati Y Rampay, Benny M. Tundan selaku penggiat seni, perwakilan Himpunan Mahasiswa Nias (Happinas), serta Bayuni yang merupakan dangduters asal Kota Palangka Raya.

Para pengisi acara tersebut diminta untuk menyampaikan kesan dan pesan serta menampilkan bakatnya. Guru di SLBN 1 Palangka Raya Apriyati Y Rampay, mengaku sangat senang bisa diberikan wadah untuk murid-murid nya yang berkebutuhan khusus.

BACA JUGA:   Banjir Kalsel, Sugianto Kirim Tim dan Bantu Dapur Umum

Penggiat seni, Benny M. Tundan berharap kegiatan ini jangan sampai berhenti. Menurutnya, kegiatan tersebut adalah kegiatan positif yang harus dikembangkan dan dilanjutkan. “Karena literasi itu pengertiannya luas tidak hanya mengenai membaca dan menulis saja. Untuk meningkatkan budaya literasi di masyarakat dimulai dari hal sederhana seperti ini,” katanya.

Berbeda dengan Dewi Halawa selaku perwakilan Happinas, ia sangat mengapresiasi dengan adanya kegiatan tersebut, karena dengan kegiatan tersebut pihaknya bisa menampilkan kebudayaan suku Nias di tanah Borneo. “Itu adalah suatu pengalaman yang sangat mengesankan bagi kami,” ujarnya. (Hardi/beritasampit.co.id).