Kejati Kalteng Ungkap Modus Dugaan Korupsi Pupuk

AUL/BERITA SAMPIT - Saat press release penanganan Tipikor di Kejati Kalteng

PALANGKA RAYA – Kasus korupsi pengadaan pupuk dilingkungan Dinas Transmigrasi Kabupaten Kapuas yang merugikan negara sebesar Rp1.091.193.031 memasuki babak baru.

Kini dua tersangka yang salah satunya adalah Kadis Transmigrasi Kabupaten Kapuas Non aktif Sukiran yang diduga menyalahkan wewenangnya untuk mengatur kegiatan penyediaaan dan pengelolaan prasarana dan sarana sosial dan ekonomi berupa pengadaan pupuk urea, pupuk TSP, pupuk KCL, kapur, bibit padi, obat hama dan racun rumput di kawasan transmigrasi tahun anggaran 2019.

Saat press release di Kejati Kalteng pada Selasa 12 Januari 2021 Kajari Kapuas Arif Raharjo yang didampingi Kasidik Rahmad, Kasitut Bangun dan Kapenkum Kejati Kalteng Rusdianto mengungkapkan modus yang digunakan tersangka.

BACA JUGA:   Kecelakaan Lalu Lintas Tahun 2020 Menurun 31 Persen

“Jadi modus korupsi yang digunakan adalah dengan melaksanakan kegiatan penyediaan pupuk yang dari 7 paket pekerjaan hanya satu yang dilaksanakan sedangkan yang lain fiktif ” Beber Arif Selasa 12 Januari 2020.

Sementara itu Kasipidsus Kejari Kapuas Stirman menambahkan kalau tersangka dengan mudah memuluskan aksi korupsinya karena pelaksanaan penyediaan pupuk tersebut karena melalui penunjukkan langsung ( pl).

BACA JUGA:   Pemprov Kalteng Ajukan Raperda Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan

“Ada tujuh paket pekerjaan dengan penunjukkan langsung karena nilainya kurang dari 400 juta, dan masing masing paket diserahkan atau dikerjakan oleh CV yang berbeda,” ungkap Stirman.

Dirinya juga mengatakan dengan modus seperti tersangka diduga ingin membagi paket agar tidak mudah terendus tindak pidana Korupsi yang dilakukan.

Kini Sukiran dan salah satu rekanan resmi ditahan di Rutan Kelas 2A Palangka Raya setelah sebelumnya dilakukan penyerahan tahap II yang telah melalui proses penyidikan oleh Bidang Tindak Pidsus Kejati Kalteng.

(Aul/beritasampit.co.id)