Kabar Duka, Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia

Syekh Ali Jaber

JAKARTA – Kabar duka menyelimuti masyarakat Indonesia, salah satu ulama dan pendakwah terbaik Syekh Ali Jaber (44) meninggal dunia di Rumah Sakit Yarsi, Jakarta.

Kabar Syekh Ali Jaber meninggal dunia dikabarkan akun Instagram yayasan.syekhalijaber.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Ustaz Yusuf Mansur melalui akun Instagramnya @yusufmansurnew.

“Innaa lillaahi Wa Innaa Ilaihi Raaji’uun. Syaikh Ali Jaber wafat di RS Yarsi, jam 8.30. Mohon do’anya,” tulis Yusuf Mansur, seperti dikutip melalui CnnIndonesia.com. Kamis 14 Januari 2021.

Sebelumnya Syekh Ali Jaber diketahui sempat masuk ruang ICU RS Yarsi pada Rabu (30/12). Kemudian Kondisi kesehatan Syekh Ali Jaber sempat dilaporkan membaik pada 4 Januari 2021.

BACA JUGA:   Terima Duta Besar Italia, Bamsoet Bahas Kerjasama Pembangunan Sirkuit F1 di Bali

Hingga sekarang belum diketahui penyebab wafatnya Syekh Ali Jaber. Syekh Ali Jaber diketahui sempat dirawat karena positif virus Corona.

Kendati demikian, Ustaz Yusuf Mansur menyebut Syekh Ali Jaber meninggal dalam keadaan negatif Corona.

“Benar Syeikh Ali wafat. 08.30 WIB, sudah dalam keadaan negatif COVID. Di RS Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta,” tulis Yusuf Mansur.

Untuk diketahui Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau yang lebih dikenal dengan Syekh Ali Jaber lahir di Madinah, 3 Februari 1976 adalah pendakwah dan ulama berkewarganegaraan Indonesia.

Ia juga menjadi juri pada Hafiz Indonesia dan menjadi da’i dalam berbagai kajian di berbagai stasiun televisi nasional.

Sejak kecil Ali Jaber telah menekuni membaca Al-Quran.

BACA JUGA:   Ahli Epidemiologi Ajak Masyarakat Untuk Ikut Divaksinasi

Ayahnyalah yang awalnya memotivasi Ali Jaber untuk belajar Al-Quran. Dalam mendidik agama, khususnya Al-Quran dan salat, ayahnya sangat keras, bahkan tidak segan-segan memukul bila Ali Jaber kecil tidak menjalankan salat.

Keluarganya dikenal sebagai keluarga yang religius. Di Madinah ia memiliki masjid besar yang digunakan untuk syiar Islam. Sebagai anak pertama dari dua belas bersaudara, Ali Jaber dituntut untuk meneruskan perjuangan ayahnya dalam syiar Islam.

Meski pada awalnya apa yang ia jalani adalah keinginan sang ayah, lama-kelamaan ia menyadari itu sebagai kebutuhannya sendiri dan pada usia sebelas tahun, ia telah hafal 30 juz Al-Quran

Sumber : Detik.com dan CNNIndonesia.com