Perpustakaan Kalteng Sudah Mengalami Kemajuan

HARDI/BERITA SAMPIT - Pustakawan Provinsi Kalteng, Retno Wati.

PALANGKA RAYA – Perpustakaan di Kalimantan Tengah (Kalteng) saat ini dinilai sudah mengalami banyak kemajuan, terutama soal sarana dan prasarana serta segi pelayanan yang sudah cukup maju dibanding yang dahulu.

Hal ini diakui Pustakawan Provinsi Kalteng, Retno Wati saat menjadi narasumber dalam kegiatan Inovasi Literasi yang bekerja sama dengan Euroweek School of Leaders Indonesia, Rabu 27 Januari 2021 di Ruang Literasi Dinas Perpustakaan dan Arsip Kalteng, dengan tema “The Power of 30 years Veteran of Dispursip Kalteng, What Does the Millenial 4.0 Say”.

Menurut Retno selama 30 tahun ia berkerja di Perpustakaan dan Arsip Daerah Kalteng, sekarang perpustakaan sudah cukup maju, seperti sudah menggunakan sistem digital atau komputer dan internet dibanding sebelumnya masih sistem manual.

“Dengan adanya komputer dan internet sangat memudahkan kami dalam mengolah baik itu informasi maupun data-data terkait dengan sistem yang ada di Perpustakaan dan Arsip Daerah Kalimantan Tengah,” katanya.

Selain itu, dari segi pelayanan karena adanya fasilitas sarana dan prasarana yang semakin maju dan memadai membuat pelayanan, baik kepada pegawai maupun masyarakat atau pengunjung perpustakaan menjadi semakin mudah.

BACA JUGA:   Proyek Strategis Nasional di Kalteng Masih Perlu Kajian, Termasuk Proyek Kereta Api Puruk Cahu-Batanjung

Misalnya, pembuatan kartu keanggotaan pustaka sudah tidak lagi manual melainkan sudah menggunakan sistem berbasis digital, dan tidak perlu untuk menunggu lama lagi, karena kartu tersebut dapat langsung jadi dan dapat digunakan untuk meminjam dan pengembalian koleksi buku.

Bahkan, petugas saat ini juga dapat mengetahui apakah buku yang dipinjam sudah dikembalikan atau belum, sehingga tidak terjadi kehilangan koleksi buku. Pengunjung juga dapat melakukan penelusuran atau pencarian koleksi buku dengan cepat.

Sekarang di Perpustakaan dan Arsip Daerah Kalteng memiliki Warung Informasi dan Teknologi (WARINTEK) atau dapat disebut dengan warung internet yang gratis dan tidak dikenakan biaya warintek. Ini dapat digunakan oleh masyarakat atau pengunjung sehingga dapat mengakses atau menggunakan internet dari ruang warintek tersebut.

“Dari segi ruangan sekarang siap-siap ruangnya sudah difasilitasi dengan AC sehingga masyarakat atau pengunjung dapat dengan nyaman membaca,” kata Retno Wati.

Tak hanya itu, untuk meningkatkan daya minat baca masyarakat maka Perpustakaan dan Arsip Daerah Kalteng saat ini menambahkan waktu buka layanan dari yang seharusnya tutup pukul 15.30 WIB menjadi 17.00 WIB dari hari Senin sampai Sabtu. Untuk hari Sabtu layanan mulai buka pukul 08.00 WIB sampai 13.00 WIB.

BACA JUGA:   Sekda Kalteng Hadiri Peluncuran Laporan Tahunan Ombudsman RI Tahun 2020

Kata Retno, Perpustakaan dan Arsip Daerah Kalteng memiliki program story telling atau program cerita untuk anak-anak dengan perantara boneka dan alat peraga lainnya, yang diadakan setiap hari Minggu di luar dari jam kerja Perpustakaan dan Arsip Daerah Kalteng.

Selain itu Perpustakaan dan Arsip Daerah Kalteng juga memiliki program perpustakaan keliling mobil pintar.

Namun diungkap Retno, untuk koleksi buku yang yang ada di perpustakaan masih belum memadai karena koleksi buku tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau pengunjung Perpustakaan dan Arsip Daerah Kalteng. Seringkali pengunjung mencari buku, namun tidak ada atau tidak tersedia dalam koleksi buku di Perpustakaan dan Arsip Daerah Kalteng.

“Untuk kemajuan kedepannya diharapkan lebih baik lagi dalam hal dari segi sarana dan prasarana, serta baik dalam hal pelayanan untuk lebih ditingkatkan lagi dan untuk koleksi buku diharapkan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat atau pengunjung,” tegasnya. (Hardi/beritasampit.co.id).