Panduan Isolasi Mandiri Anjuran Satgas Covid-19 Provinsi Kalteng

IST/BERITA SAMPIT - Peta data perkembangan kasus Covid-19 di Provinsi Kalimantan Tengah.

PALANGKA RAYA – Hingga saat ini di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), pasien yang terinfeksi Covid-19 terus bertambah. Agar tingkat penyebaran tidak semakin parah, pemerintah menyarankan masyakarat untuk tetap berada di rumah dan menerapkan protokol isolasi mandiri, terutama bagi yang mengalami gejala Covid-19.

Pasien positif Covid-19 berstatus Orang Tanpa Gejala atau OTG yang menjalani isolasi mandiri di rumah, sebisa mungkin menghindari sentuhan dengan anggota keluarga lainnya guna menghindari penularan virus corona baru.

Dokter Spesialis Paru-paru RS Siloam ASRI Jakarta dr. Maydie Esfandiari, Sp.P mengatakan, pasien Covid-19 dengan status OTG boleh menjalani isolasi mandiri di rumah selama memiliki tempat. Tetapi jika pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah mengalami gejala sesak nafas, nyeri dada, atau merasa tak nyaman, maka segera lah pergi ke rumah sakit.

BACA JUGA:   Polda Kalteng Ajak Pemuda Kolaborasi dalam Membangun

“Protokol isolasi mandiri dikeluarkan Pemerintah dengan tujuan untuk mengurangi penularan Covid-19. Pasalnya, virus Corona mudah sekali menyebar dan dapat menyebabkan gejala yang berat dan berakibat fatal,” kata dr. Maydie Esfandiari, Sp.P, melalui rilis yang diterima, Sabtu 30 Januari 2021.

Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalteng menyampaikan beberapa Protokol isolasi mandiri untuk anggota keluarga yang positif Covid-19, seperti tetap tinggal di rumah, dan jangan pergi bekerja ke ruang publik. Gunakan kamar dan kamar mandi tersendiri bila memungkinkan. Selalu menggunakan masker selama masa isolasi diri, pantau suhu tubuh dan frekuensi pernafasan anggota keluarga yang sakit setiap hari, apabila kondisi kesehatan menurun, segera hubungi ke layanan kesehatan.

BACA JUGA:   Enam Hari, Polda Kalteng Ciduk Tiga Tersangka Kasus Narkotika

Di dalam kamar harus diupayakan terpapar sinar matahari 15-30 menit setiap hari, pastikan ruangan cukup sinar matahari dan sirkulasi udara baik. Ganti sprei, sarung bantal, setiap hari atau jika dibutuhkan. Rendam sprei dan pakaian bekas dengan larutan klorin 0,5 persen (bayclin/detergen) selama 10 menit, kemudian cuci dan jemur.

Bersihkan kamar paling sedikit 1 kali sehari, sediakan tempat sampah tertutup di dalam kamar, lapisi dengan kantong plastik, dan dibuang setiap hari.

Gunakanlah peralatan makan secara terpisah, cuci dengan sabun dan simpan di tempat terpisah. Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan mengonsumsi makanan bergizi, membersihkan tangan secara rutin, mencuci tangan dengan sabun serta air mengalir, dan lakukan etika batuk atau bersin. (Hardi/beritasampit.co.id).