Kakanwil Kemenag Kalteng: Tugas Mendidik Lebih Berat Dari Pada Mengajar

IST/BERITA SAMPIT - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah, Abdul Rasyid saat memberikan arahan kepada guru MAN Kotawaringin Timur.

PALANGKA RAYA – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Abdul Rasyid menilai tugas mendidik lebih berat dari pada mengajar. Mendidik merupakan upaya pembentukan sikap mental dan kepribadian peserta didik, sedangkan mengajar adalah upaya yang dilakukan tenaga pendidik agar siswa dapat menguasai pengetahuan, keterampilan dan keahlian tertentu.

“Tanggung jawab kita sebagai aparatur Kementerian Agama khususnya tenaga pendidik memastikan umat ini menjadi umat yang sholeh, yang konsisten dan istiqomah melaksanakan ajaran agamanya melalui lembaga pendidikan agama, dan madrasah aliyah ini hadir sebagai salah satu lembaga formal yang memiliki pola terstruktur untuk membina pribadi, sikap mental dan akhlak mulia,” kata Abdul Rasyid, Senin 8 Februari 2021.

BACA JUGA:   PDI Perjuangan Bagikan Sembako untuk Korban Banjir Kalteng

Melalui rilis yang diterima beritasampit.co.id, Abdul Rasyid berharap guru madrasah di Kalteng tidak boleh berhenti sebagai pengajar, namun naik satu digit menjadi pendidik.

“Kalau guru Madrasah punya prinsip yang penting saya mengajar, mau jadi apa siswa-siswa yang kelak akan menjadi pemimpin negeri ini, karena itu mendidik lebih berat daripada mengajar,” ucapnya.

Ungkapan senada sering kali dikatakan Abdul Rasyid saat memberikan arahan kepada guru di beberapa madrasah. Misalnya saat memberikan arahan kepada MAN Kotawaringin Timur, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:   Bidang Perpustakaan dan Kearsipan di Kalteng Menunjukan Kemajuan, Ini Buktinya

Dia meminta kegiatan pembelajaran tidak boleh berhenti hanya pada tranformasi ilmu dari tidak tahu menjadi tahu, tetapi harus berlanjut menjadi skill (keterampilan) dan berakhir pada attitude.

“Guru matematika tidak boleh hanya menyampaikan satu, dua, tiga dan seterusnya namun juga harus mampu membina mental siswa sesuai dengan ajaran agama. Untuk itu, guru harus mampu meningkatkan kompetensi diri salah satunya dengan melanjutkan study ke jenjang selanjutnya dan usahakan pendidikan yang ditempuh linier dengan pendidikan sebelumnya,” pungkasnya. (Hardi/beritasampit.co.id).