15 Peserta dari 3 Desa Dilatih Pemetaan Partisipatif 

PEMBUKAAN : IST/BERITA SAMPIT - Nara sumber dan peserta pelatihan pemetaan partisipatif menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pembukaan kegiatan.

SAMPIT – Guna memberikan pemahaman betapa pentingnya mendokumentasi suatu wilayah melalui pemetaan dalam bentuk gambar dan tulisan, sebanyak 15 peserta dari Desa Bantian, Serambut dan Satiruk di Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), dilatih pemetaan partisipatif.

Terselenggaranya kegiatan itu atas kerja sama antara Kecamatan Pulau Hanaut dengan Lembaga Rimba Makmur Utama (RMU). Pelatihan dipusatkan di aula kecamatan setempat, 15-18 Februari 2021.

“Pesertanya terdiri dari pemerintah desa satu orang, Ketua Masyarakat Peduli Api (MPA) satu orang, karang taruna satu orang, dan masyarakat desa dua orang,” kata Camat Pulau Hanaut Eddy Mashami melalui rilis yang diterima redaksi media siber beritasampit.co.id, Selasa 16 Februari 2021.

BACA JUGA:   Dandim Sampit: Peran PKK Penting Untuk Pemberdayaan Ekonomi Keluarga

Eddy menjelaskan, tujuan pelatihan pemetaan partisipatif salah satunya membantu desa-desa yang berada di sekitar projects zona untuk memperjelas tata kelola wilayah masing-masing, baik administratif desa, tata ruang desa, dan lain sebagainya yang mengacu pada perencanaan desa.

“Pelatihan pemetaan partisipatif ini ditujukan untuk melatih tim pemetaan baik dari aparat desa maupun masyarakat lokal dalam menggunakan perangkat pemetaan yang ada,” ujarnya.

BACA JUGA:   Kodim 1015/Sampit Jalankan Program Unggulan Ternak Kambing Bergulir

Eddy berharap, pelatihan selama 4 hari berturut-turut hendaknya peserta memahami cara penggunaan perangkat pemetaan untuk pengambilan titik-titik koordinat karena sudah dilatih oleh tim yang terlatih.

“Saya berharap, bukan hanya 3 desa akan tetapi ke 14 desa yang ada di Kecamatan Pulau Hanaut sehingga, pada tahun 2021 semua desa sudah memiliki peta administrasi wilayah masing-masing yang bisa membedakan mana wilayah pemukiman, pertanian atau perkebunan,” sarannya. (ifin/beritasampit.co.id).