BST Bagian Dari Jaring Bansos, Ini Tiga Prioritas Pemerintah Tangani Dampak Pandemi Covid-19

WAWANCARA : M.SLH/BERITA SAMPIT - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah, dr. Rian Tangkudung (baju putih) didampingi oleh Sekretarisnya, Budi Santoso saat diwawancara wartawan media siber beritasampit.co.id, Selasa 16 Februari 2021 di kantornya.

PALANGKA RAYA –  Dalam membantu penuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 secara langsung, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) telah kembali menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) di seluruh daerah, tidak terkecuali di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Provinsi Kalteng pada tahun 2021 ini terdapat 57.000 orang yang mendapatkan bantuan tersebut yang terdaftar di Kantor Pos Palangka Raya yang ditunjuk untuk menyalurkan bantuan tersebut.

Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalteng, dr. Rian Tangkudung menyampaikan, bahwa Bantuan Sosial Tunai merupakan bagian dari jaring bantuan sosial (Bansos). Jadi di masa pandemi Covid-19, kata dia, ada tiga prioritas penanganan yang dilakukan oleh pemerintah.

BACA JUGA:   Wagub: Capaian Pembangunan Murung Raya Harus Dipertahankan dan Terus Ditingkatkan

“Ada dalam penanganan kesehatan, pemulihan ekonomi dan jaring pengaman sosial. Adanya bantuan sosial yang diberikan Pemerintah, baik Pusat maupun Pemerintah Daerah, diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” terang dr. Rian kepada wartawan media siber beritasampit.co.id di kantor Dinsos Provinsi Kalteng, Selasa 16 Februari 2021.

Menurutnya, bantuan sosial tunai dari Pemerintah itu membantu masyarakat dalam mengelompokkan anggaran dengan jumlah yang sangat besar, terutama dalam hal penerimaan, walaupun perorangan mendapatkan sedikit, tapi jumlah orang cukup banyak dan akan menggerakkan perekonomian masyarakat.

BACA JUGA:   Klinik Bisnis Berbagi Kuota Internet Pendidikan Untuk Pelajar dan Mahasiswa

“Jaring pengaman sosial yang dimaksud, semisal ketika si penerima menggunakan bantuan tersebut untuk membeli kebutuhan bahan pokok, tentu hal tersebut secara tidak langsung juga berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat yang lain,” jelasnya.

“Semisalnya bagi para pedagang dan keluarganya, bukan hanya perorangan tapi berkelompok hingga ke Kabupaten/Kota dan Provinsi,” lanjutnya. (M.Slh/beritasampit.co.id).