Bupati Lamandau Ingatkan Semua Aparatur Desa Pentingnya Wawasan Membangun Desa

ANDRE/BERITA SAMPIT - Bupati Lamandau H. Hendra Lesmana dan Sekda Lamandau Irwansyah dalam Acara Coffe Morning di Halaman Kantor Dinas PMD Lamandau pagi tadi.

NANGA BULIK – Seluruh aparatur desa di Kabupaten Lamandau diminta untuk dapat terus meningkatkan wawasannya agar dapat memenuhi tata kelola desa dan juga diharapkan mampu memberikan inovasi dalam pembangunan desa.

Hal tersebut disampaikan Bupati Lamandau H. Hendra Lesmana dalam acara Coffee Morning di Halaman Kantor PMD Kabupaten Lamandau, Rabu 17 Februari 2021. Menurutnya, pembangunan daerah dapat dikatakan berhasil ketika desa telah diperhatikan dengan baik dari segi pembangunan dan administrasinya.

“Keberhasilan pembangunan daerah dimulai dari pembangunan desa sehingga nantinya desa saat membuat program dan kegiatan saling berhubungan dengan kabupaten,” tutur Hendra.

BACA JUGA:   Merokok dan Membawa Sajam, 6 Pelajar Diamankan Satpol PP

Hal itu bisa dibuktikan melalui peningkatan pembinaan kesejahteraan masyarakat desa seperti melalui Anggaran Dana Desa dan Alokasi Dana Desa. Kemudian peningkatan sarana prasarana melalui pemerintahan, pembangunan, pembinaan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam pembinaan Aparatur Pemerintahan Desa tersebut, Hendra didampingi Sekretaris Daerah Irwansyah juga Kepala Dinas PMD Lamandau Puriadi dan sejumlah Kelompok pendamping dari tiap desa yang mempunyai tantangan untuk membenahi paradigma masyarakat melalui akselerasi bersama dengan para pendamping.

“Selama ini di Lamandau hanya mempunyai satu Desa Maju, yaitu Desa Purworejo yang berada di Kecamatan Bulik, diharapkan para Aparatur Pemerintah Desa lain bisa menjadikan contoh sekaligus peningkatan SDM,” pungkasnya.

BACA JUGA:   Lamandau Mulai Tertibkan Hewan Peliharaan dan Ternak

Hendra juga menekankan tentang pentingnya sebuah koordinasi dan komunikasi di dalam sebuah tata kelola pemerintahan dan administrasi. Sebab, melalui koordinasi dan komunikasi apa yang akan dibangun ke depannya bisa terealisasikan dengan baik.

“Kita semua harus saling mengingatkan dalam mengelola bantuan keuangan baik Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) maupun Bantuan Keuangan Desa (BKD), karena jika kita salah melangkah tentunya akan berimbas kepada Pemerintahan Desa,” pungkasnya. (Andre/beritasampit.co.id).