Dewan Sebut Petani di Kobar Banyak Belum Mengetahui Program Peremajaan Sawit Rakyat

IST/BERITA SAMPIT – Rombongan Komisi B-DPRD Kab.Kobar saat kunjungan kerjanya konsultasi ke Dinas Perkebunan Provisni Kalteng.

PANGKALAN BUN – Kalangan Anggota DPRD Kotawaringin Barat (Kobar) meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait gencar mensosialisasikan program bantuan dana peremajaan tanaman kelapa sawit milik masyarakat, dari Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kepala Sawit (BPDPKS).

Anggota Komisi B-DPRD Kobar, Dicky Zulkarnaen menilai masih minimnya sosialisasi oleh Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Kobar, sehingga para petani kelapa sawit sebagian masih ada yang tidak mengetahui bantuan dari pemerintah pusat melalui BPDPKS.

“BPDPKS ini di bawah kementerian keuangan, selama ini pemerintah pusat mengucurkan bantuan untuk masyarakat di daerah, dalam hal ini khususnya di bidang perkebunan kelapa sawit, dimana bantuan tersebut antara lain berbentuk PSR (Peremajaan Sawit Rakyat ), juga ada bantuan untuk sarana prasana perkebunan kelapa sawit, bantuan untuk peningkatan sumber daya manusia dalam hal ini bantuan dalam bentuk beasiswa untuk anak petani kelapa sawit,” ungkap Dicky.

BACA JUGA:   Bupati Kobar Minta TMMD Imbangan Jadi Sarana Perkokoh Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Bahkan menurutnya, semua bantuan dari pusat itu masih belum maksimal tersalurkan hanya beberapa kelompok tani saja yang mengetahuinya dan itupun jumlahnya tidak banyak. “Hal ini kami ketahui ketika kami dari komisi B DPRD melakukan konsultasi ke dinas perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah, ” imbuh Dicky.

Untuk bantuan dana PSR ( peremajaan sawit rakyat ) saja yang disediakan 1000 hektar di tahun 2020, sementara yang terserap hanya sekitar 400 hektar saja. Ini artinya perlu sosialisasi yang lebih lagi dari pemerintah daerah agar kebijakan ini bisa dirasakan oleh semua petani sawit di Kobar.

BACA JUGA:   Semangat Pembangunan NURANI Saat Pandemi Covid-19 (Bagian 3)

“Kami harapkan Dinas terkait lebih gencar lagi memberikan informasi kepada masyarakat petani, karena sangat disayangkan, bantuan yang sangat banyak ini tidak dapat terserap dengan maksimal, bukan dikarenakan masyarakat ( petani sawit ) tidak mau, tapi karena mereka masih banyak yang tidak mengetahui akan informasi bantuan ini, ” pungkasnya.

Ditempat yang berbeda, Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Kobar H Kamaludin, mengatakan dari awal kegiatan TPHT Kabupaten Kobar sudah gencar mensosialisasikan keseluruh Kelompok Tani Sawit milik masyarakat.

“Untuk lebih kongkritnya nanti silahkan hubungi Kepala Bagian dan Kepala Seksi yang membidangi kelompok tani sawit masyarakat,” singkatnya saat dikonfirmasi via telepon.

(man/beritasampit.co.id).