Kasus Deman Berdarah di Kotim Turun Selama Pandemi Covid-19

IST/BERITA SAMPIT - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur, dr. Faisal Novendra Cahyanto.

SAMPIT – Jumlah kasus demam berdarah (DB) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tahun 2021 ini per bulan Januari-Februari, terpantau menurun jika dilihat pada periode yang sama tahun 2020 lalu. Hall ini dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kotim, dr. Faisal Novendra Cahyanto.

Menurut dr. Faisal, ada beberapa hal yang mempengaruhi turunnya jumlah kasus DB. Selain perubahan musim dan perilaku masyarakat yang peduli pada kebersihan lingkungan, faktor diberlakukannya sekolah daring turut menekan angka kasus DB tahun ini.

“Dengan diberlakukannya kegiatan belajar melalui daring dan usia anak usia sekolah tidak melakukan mobilitas di sekolahan membuat kasus DB yang biasa menyerang anak-anak usia sekolah dan balita turun drastis. Tapi ini kita tetap melakukan pemantauan,” jelas dr. Faisal, saat ditemui di Markas Penanggulangan Covid-19 Kantor Diskominfo Kotim, Selasa 23 Februari 2021.

BACA JUGA:   DPRD Kotim Mengakui Dishub Belum Ada Berikan Laporan Zona Parkir

Dikatakan dr. Faisal, bahwa nyamuk aedes aegypti biasanya berkembang biak di tempat penampungan air. Dengan menjaga kebersihan dengan mengubur barang tidak terpakai, menguras dan menutup tempat penampungan air merupakan hal yang dapat dilakukan agar nyamuk aedes aegypti tidak berkembang biak.

Ditambahkan, saat pandemi Covid-19, dimana gejala yang dialami sama dengan gejala DBD, yakni demam. Maka disarankan, apabila mengalami gejala tersebut masyarakat diimbau untuk segera memeriksakan diri ke layanan kesehatan terdekat.

BACA JUGA:   Pelajar Asal Kotim Raih Prestasi Hingga Internasional

“DB ini biasanya puncaknya di Desember, Januari dan Februari. Saat memasuki bulan Maret biasanya sudah melandai. Kita harapkan kasus DB ini dapat terkendali. Kita mengimbau untuk masyarakat jangan lupa tetap lakukan 3M plus untuk mengantisipasi DB dan untuk Covid-19 juga sama, kita tetap mematuhi protokol kesehatan (memakai masker. Mencuci tangan dan sebisa mungkin tidak datang ke tempat-tempat kerumunan. Pada intinya perilaku hidup bersih dan sehat,” tutupnya. (Jun/beritasampit.co.id).