Pelaku UMKM Herbal Obat Tradisional Dayak Ini Berhasil Dengan Omzet Rp 40 Juta Per Bulan

IST/BERITA SAMPIT - Proses pengemasan teh bajakah.

PALANGKA RAYA – Kameliati Madran Jamain merupakan seorang pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang obat tradisional khas Suku Dayak Kalimantan Tengah dan berdiri sejak tahun 2000. UMKM dia bernama M4 Bersaudara yang beralamat di Jalan Bangaris 1 Nomor 09 Belakang Bandara Tjilik Riwut.

“Dulu dalam memproduksi obat tradisional kami menggunakan kemas plastik mika dan dengan seiring perkembangan zaman produksi menjadi meningkat dan kemasan diubah dalam bentuk aluminium. Untuk jenis ramuan yang di produksi ada berbentuk kapsul, kopi dan teh celup,” ungkap kepada beritasampit.co.id, Selasa 23 Februari 2021.

Kameliati menjelaskan, bahan baku obat tradisional yang mereka buat seperti berbagai macam jenis ramuan baik dari umbi akar, batang daun, kulit, termasuk berbagai macam bajakah.

BACA JUGA:   UKPBJ Kemenag Kalteng Tanda Tangan Pakta Integritas yang Akan Dilaksanakan Secara Konsisten

“Sebelumnya saya juga memproduksi teh celup 41 macam akar teh pasak bumi, teh kencing manis, teh tumor kanker, teh asam urat, teh bawang dayak. Semenjak viralnya bajakah saya pun memproduksi teh dan kopi bajakah sendiri,” ucapnya.

Kata dia, untuk bahan tidak ada kendala karena bahan baku terpenuhi yang diambil langsung dari lahan sendiri, kecuali untuk perizinan dari BPOM dan sertifikat halal masih dalam proses.

Selama sebulan mereka memproduksi kurang lebih sebanyak 1000 kotak teh bajakah dan di distribusikan ke seluruh Indonesia.

“Dimasa pandemi omzet kami meningkat dari 12 sampai 40 juta per bulan, untuk bajakah yang kami gunakan ada bajakah tampala, bajakah baduru, bajakah kalalawit bajakah tampelas dan bajakah bahenda. Untuk pegawai saya memperkerjakan tiga sampai enam orang,” pungkasnya.

BACA JUGA:   Polresta Palangka Raya Kembali Bagikan Ribuan Masker

Dijelaskan Kameliati, terkait resep obat tradisional yang diproduksinya, resep itu memang dari turun temurun nenek moyang dan dia merupakan turunan ke 4.

Kata dia, resep nenek moyang terdahulu hanya bersifat membantu dan untuk mengembangkan suatu usaha yang dapat menciptakan lapangan kerja untuk para ibu rumah tangga serta bertujuan mengangkat khas budaya tradisi suku Dayak Kalimantan Tengah.

Diketahui harga teh bajakah yang dijual mereka Rp 75.000 sampai Rp 100.000 dengan isi 20 kantong. (Hardi/beritasampit.co.id).