Sekda Kobar Ikuti Rakornas Pengendalian Karhutla

IST/BERITA SAMPIT – Sekda Kobar Suyanto, bersama unsur Forkopinda Kobar saat mengikuti Rakornas Pengendalian Karhutla melalui video conference yang langsung disiarkan dari Istana Presiden.

PANGKALAN BUN – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) mengikuti rapat koordinasi Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2021 melalui video conference dari ruang rapat secretariat daerah. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (22/2/2021) ini dipimpin langsung oleh Presiden RI dari di Istana Negara, Jakarta.

Dalam kesempatan ini Presiden Joko Widodo memberikan sejumlah arahan, setidaknya ada enam hal yang ditekankan oleh Presiden Joko Widodo terkait upaya pengendalian karhutla. Pertama, Presiden meminta agar upaya pencegahan diprioritaskan. Presiden juga meminta jajaran di bawah untuk selalu memperbarui informasi terkait kondisi di lapangan dengan memanfaatkan teknologi terkini.

Kedua, infrastruktur pemantauan dan pengawasan harus sampai tingkat bawah. Selain dari sisi teknologi, Presiden juga meminta agar unsur pemerintahan serta TNI dan Polri di bawah yaitu Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan kepala desa turut dilibatkan dalam upaya pencegahan kebakaran hutan ini.

BACA JUGA:   Ratusan Embung di Kobar Jadi Solusi Antisipasi Karhutla

Ketiga, semua pihak harus mencari solusi yang permanen untuk mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan ini untuk tahun-tahun mendatang.

Keempat, Presiden meminta agar penataan ekosistem gambut dalam kawasan hidrologi gambut harus terus dilanjutkan.

Terkait hal ini, Presiden telah memerintahkan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove untuk fokus di kawasan hidrologi gambut.

“Pastikan permukaan air tanah tetap terjaga dalam kondisi yang tinggi. Buat banyak embung, buat banyak kanal, buat sumur bor, dengan berbagai teknik pembasahan lainnya sehingga yang namanya lahan gambut tetap basah,” tambahnya.

Kelima, Presiden kembali menekankan pentingnya untuk tidak membiarkan api membesar sehingga sulit dikendalikan. Untuk itu, seluruh unsur pemerintah di daerah baik gubernur, bupati, wali kota, maupun unsur TNI-Polri baik pangdam, danrem, dandim, kapolda, hingga kapolres, harus tanggap dalam menyikapi hal tersebut. Keenam, Kepala Negara meminta agar langkah penegakan hukum dilakukan tanpa kompromi.

BACA JUGA:   Bagian 5, Selesai : Lebih Dekat dengan Birute Mary Galdikas, 50 Tahun Melindungi Hutan dan Orangutan

Penegakan hukum yang tegas terhadap siapapun yang melakukan pembakaran hutan dan lahan, baik itu di konsesi milik korporasi, milik perusahaan, maupun di masyarakat sehingga timbul efek jera.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md. dalam laporannya menyebut telah terjadi penurunan karhutla secara signifikan pada tahun 2020. Pada tahun 2019 tercatat luas kebakaran yang cukup tinggi dibandingkan tahun 2016, 2017, dan 2018, yakni seluas 1.592.010 hektare. Meskipun ini masih jauh lebih kecil jika dibandingkan luas kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2015 yang mencapai 2,61 juta hektare.

(man/rilis/Beritasampit.co.id).