Bupati Kobar Pantau Langsung Penanganan Karhutla di KM 12

Ist/BERITA SAMPIT - Bupati Kobar Hj Nurhidayah, didampingi Kapolres, Dandim saat memanatu langsung Karhutlah di KM12- Jalan Pangkalan Bun-Kolam

PANGKALAN BUN – Sejak Jum’at 26 Februari 2021 terjadi kebakaran lahan di wilayah kelurahan Mendawai Seberang, tepatnya di KM 12 lintas jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama.

Tim terpadu yang terdiri dari BPBD Kobar, PMI, Tagana, Satpol PP & Damkar, Manggala Agni, TNI dan Polri serta Masyarakat Peduli Api telah melaksanakan penanganan berupaya melakukan pemadaman.

Namun hingga Sabtu, 27 Februari 2021 kobaran api masih terjadi hingga menyebabkan kabut asap cukup tebal di sekitar lokasi kebakaran.

Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) melaksanakan monitoring di lokasi kejadian. Didampingi Kapolres Kobar dan Dandim 1014/ Pbn serta Kepala Pelaksana BPBD Kobar, selain untuk memastikan situasi yang terjadi, Hj. Nurhidayah sekaligus memotivasi para petugas dan masyarakat yang sedang berjibaku melakukan pemadaman.

BACA JUGA:   Spesialis Curanmor Lintas Provinsi Ditangkap, 20 Motor Curian Diamankan

Hj. Nurhidayah menyampaikan bahwa pemerintah daerah yang didukung berbagai elemen berupaya maksimal dalam penanganan karhutla (kebakaran hutan dan lahan).

“Hingga hari ini dilaporakan telah ada beberapa titik api di wilayah Kotawaringin Barat, dan memang kondisi di lapangan seperti di tempat ini kondisi medan cukup sulit dijangkau, perlu upaya khusus bagi petugas melakukan pemadaman,” kata Hj. Nurhidayah.

Sebagai langkah antisipasi Hj. Nurhidayah menyatakan dalam waktu depan bersama tim akan menyatakan status siaga bencana karhutla.

BACA JUGA:   KPK Ingatkan Penyimpangan, Wabup Kobar : Penggunaan Aggaran Harus Sesuai Prosedur

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sesuai permohonan kita, kita akan upayakan bantuan helikopter sebagai upaya water bombing apabila ditemukan titik api di wilayah yang sulit dijangkau,” tambah Hj. Nurhidayah.

Dalam kesempatan ini Hj. Nurhidayah juga kembali mengajak masyarakat untuk sama-sama menjaga lingkungan demi menghindari bencana karhutla.

“Kita sama-sama tahu saat ini kita masih dilanda pandemi, mari kita sama-sama menjaga lingkungan kita demi mencegah terjadinya kebakaran hutan ataupun lahan.

(man/beritasampit.co.id).