Prof Dr Birute Mary Galdikas, 50 Tahun di Kalimantan Melindungi Hutan dan Orangutan

Iliustrasi : Maman Wiharja

Bagian Ke 02. Oleh : Maman Wiharja ( Wartawan-Beritasampit.co.id ).

Di Camp Leakey itulah Birute, siang malam kerja keras meneliti dan menulis artikel tentang kehidupan orangutan. Akhirnya selama 4 tahun menekuni penelitian dan menulis artikel tentang prilaku kehidupan orangutan, Birute berhasil menyelesaikan tulisan ilmiahnya tentang perilaku kehidupan orangutan.

Salah satu tulisan artikelnya tentang ‘Prilaku Kehidupan Orangutan’ dengan foto Birute yang Cantik sedang menggendong anak Orangutan kali pertama di dunia menghiasi sampul cover Majalah di Amerika “National Geographic “.

Iliustrasi : Maman Wiharja

Dalam Majalah ‘National Geographic’ tersebut, tulisan ilmiah tentang ‘Prilaku Kehidupan Orangutan’, diceritakan secara mendetail bagaimana kehidupan orangutan yang prilakunya mirip dengan manusia, seperti saat makan dan minum serta disaat orangutan jantan dan betina sedang bersetubuh.

Tulisan ilmiah yang diceritakan Birute didalam majalah National Geographic juga dihiasi dengan berbagai karya fotografer Rod Brindamour, yang menampilkan sejumlah pose orangutan yang sangat menarik.

Bahkan Birute waktu itu dengan foto grafernya Rod Brindamour, mengabadikan dua orangutan jantan dan betina dari mulai bersetubuh, sampai mengabadikan dengan foto anak orangutan keluar dari rahim orangutan ibunya.

BACA JUGA:   Penumpang Wings Air Tujuan Pangkalan Bun Trauma, Pesawat Oleng Hindari Badai

Luar biasa, dengan karya tulisan ilmiahnya itulah nama Birute, mulai dikenal di dunia. Dan sejak Birute 5 Novermber 1971 diusia 25 tahun menginjakkan kakinya ke hutan Kalimantan, sampai sekarang selama 50 tahun kehidupan Prof Dr Birute Mary Galdikas, masih dicurahkan untuk mempertahankan kehidupan orangutan yang hampir punah di dunia.

Setelah karya tulisannya di Majalah ‘National Geographic’, tersebar di dunia menyusul para Professor, Doctor, dan kalangan Guru Besar Pengamat Satwa Liar, mulai banyak membicarakan tentang keberaniannya seorang wanita bernama Birute, yang telah berhasil mendokumentasikan buktinya nyata kehidupan ‘Kera Tangan Panjang’ yaitu Orangutan di hutan Kalimantan.

Padahal sebelum Birute, berniat mendatangi hutan Borneo Kalimantan banyak teman-teman study di Universitasnya yang mengejek Birute. Namun baru 4 tahun Birute, menekuni kehidupan orangutan di Base Camp yang didirikannya yakni di ‘Camp Leakey’, sambil menulis karya ilmiahnya kemudian karya tulisannya berhasil di terbitkan di Majalah ‘National Geographic’, akhirnya nama Birute mulai terkenal di dunia.

BACA JUGA:   Kabut Asap Mulai Selimuti Pemukiman Masyarakat Pangkalan Bun

Tulisan artikel ilmiah tentang prilaku kehidupan orangutan karya Birute, yang telah diterbitkan Majalah ‘National Geographic’, juga menambah prestasi bagi Birute yakni meraih gelar ‘Doktor’ (Dr), sekaligus mendapat Predikat Wanita Pertama sebagai Wanita Ilmuan Konservasi di Dunia.

Birute Mary Galdikas, setelah mendapat gelar doctor terus gigih melanjutkan penelitian kehidupan orangutan di Kalimantan, yang nasibnya hampir punah di dunia. Kamudian dalam penelitiannya Birute memfokuskan di hutan Tanjung Puting Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Kalteng.

Hari demi hari, hingga minggu dan bulan serta tahun, yang dilalui Birute di hutan Tanjung Puting Kalimantan, cukup membuahkan hasil bagi pendidikan Antropologi / Primatologi yang gelarnya telah diraih Birute.

Kenapa tidak ?, karena saat Birute kembali mengembangkan penelitiannya terhadap kehidupan orangutan,berhasil mencatat 400 jenis khusu makanan yang dikonsumsi orangutan. Dan juga berhasil mencatat secara detail ekologi , sifat-sifat social dan sistem perkawinan orangutan.

(BERSAMBUNG ).