Petani Rindu Tanam Padi, Desa Rawa Sari Usulkan Cetak Sawah 100 Hektare

HAMPARAN PADI : ARIFIN/BERITA SAMPIT - Kades Rawa Sari (kanan) bersama Ketua Gapoktan Rukun Sentosa saat memandang hamparan padi.

SAMPIT – Guna menambah produktifitas di sektor pertanian, Desa Rawa Sari, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), mengusulkan cetak sawah baru. Luasannya, sekitar 100 hektare.

“Mayoritas penduduk kami berprofesi sebagai petani dan pekebun, mereka lama menganggur dan rindu ingin tanam padi,” ucap Kepala Desa Rawa Sari Sigit Pranoto pada saat syukuran panen padi bersama, Senin 1 Maret 2021.

Luasan lahan pertanian sementara ini, menurutnya, tidak sesuai jumlah petani dan pekebun yang ada di Desa Rawa Sari. Hal itulah, kata Sigit, banyak petani dan pekebun di desanya terpaksa menganggur dikarenakan lahan untuk tanam padi sangat terbatas.

BACA JUGA:   Kapolres Kotim : Tak Ada Ampun Bagi Pembakar Lahan

“Kami mengusulkan cetak sawah baru seluas 100 hektare, terkait lahan kami sudah siap,” tegas Sigit dihadapan tamu undangan seperti Camat Pulau Hanaut dan jajarannya, Ketua TP PKK Kecamatan Pulau Hanaut, Danramil 1015/06 Mentaya Hilir Selatan (MHS), Samuda, Polsek Pulau Hanaut, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Kotim, Dinas Pertanian Kotim dan staf DPR RI.

Dijelaskannya, lahan pertanian padi yang sudah digarap petani sebenarnya ada 60 hektare. Namun, lanjutnya, 60 hektare itu terbagi yakni, 30 hektare berada di wilayah Desa Rawa Sari dan 30 hektare di wilayah Desa Hanaut.

“Yang menggarap pertanian di wilayah Hanaut merupakan petani dari Desa Rawa Sari,” ujar Sigit.

BACA JUGA:   Rp 100 Miliar Digelontorkan Untuk Tangani Karhutla, Ini Harapan Wagub Kalteng

Lantaran lahan tanaman padi sangat terbatas, tambahnya, berimbas pada hasil panen sedangkan jumlah petani yang rindu ingin tanam padi cukup banyak.

“Kami berkeyakinan dengan adanya cetak sawah baru 100 hektare akan meningkatkan produktifitas petani sehingga, usulan tersebut hendaknya dijadikan skala prioritas bagi pemerintah daerah setempat melalui dinas terkait,” harapnya.

Sementara itu, Camat Pulau Hanaut Eddy Mashami menyampaikan, tidak hanya sebatas cetak sawah yang diperlukan petani bahkan hendaknya ditunjang dengan alat pertanian yang modern.

“Peralatan pertanian khususnya di Kecamatan Pulau Hanaut sangat diperlukan para petani,” ujarnya.

(ifin/beritasampit.co.id)