Ratusan Embung di Kobar Jadi Solusi Antisipasi Karhutla

IST/BERITA SAMPIT - Ahmadi Riansyah, Wakil Bupati Kotawaringin Barat.

PANGKALAN BUN – Diketahui, terdapat ratusan Embung (tempat penampungan air) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yaitu di sejumlah perusahaan kelapa sawit bahkan di pelosok desa. Menurut Wakil Bupati Kobar Ahmadi Riansyah, embung tersebut bisa dimanfaatkan dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Memang benar di pelosok desa di Kabupaten Kobar, sudah banyak pembangunan embung. Dan embung-embung tersebut bisa dimanfaatkan untuk mengantisipasi karhutla,” kata Ahmadi saat dikonfirmasi wartawan media siber beritasampit.co.id, Senin 1 Maret 2021.

Menurut Ahmadi, sebelum datang bantuan Water Bombing Helicopters, keberadaan embung di sejumlah desa bisa dimanfaatkan dengan segera. “Kalau memang ada bencana karhutla yang cukup besar, dan lokasi karhutlanya berdekatan dengan embung silahkan manfaatkan embung yang ada tersebut,” tuturnya.

BACA JUGA:   Kobar Siaga Karhutla Selama Tiga Bulan 

Kata Ahmadi, apa bila belum ada karhutla sebaiknya pihak kecamatan dan desa yang memiliki embung silahkan koordinasi dengan Tim Satgas tingkat kecamatan untuk membahas persiapan pemanfaatan embung.

“Untuk pemanfaatan embung kita jangan menunggu dulu terjadinya kebakaran. Justru sebelum terjadi karhutla bagi desa yang memiliki embung silahkan kordinasi dengan Tim Satgas tingkat kecamatan, bagaimana cara memanfaatkan air embung bila di sekitar desanya terjadi karhutla,” tegas Ahmadi.

BACA JUGA:   Kejari Kobar Membuka Pos Kesehatan Adhyprima

Dia membenarkan, bahwa Pemkab Kobar belum lama ini telah menggelar rapat koordinasi terkait penanggulangan Karhutla. Dan 3 bulan kedepan Kobar dinyatakan status Siaga Karhutla.

Sesuai arahan Presiden RI pada Rakornas Karhutla beberapa waktu yang lalu kegiatan pencegahan karhutla lebih diutamakan di lapangan dalam bentuk sosialisasi, pemberdayaan masyarakat.

“Jadi untuk pemanfaatan embung desa, dalam rangka mengantisipasi karhutla selain tim satgas, dari kecamatan dan aparat desa juga bisa memanfaatkan tenaga masyarakat secara gotong royong. Kemudian upaya pencegahan karhutla tahun ini akan terus dilakukan semaksimal mungkin,” pungkas Ahmadi Riansyah. (Man/beritasampit.co.id).