Tepati Janji, Halikinnor Secepatnya Akan Perbaiki Jalan Rusak di Kota Sampit

PENINJAUAN : ILHAM/BERITA SAMPIT - Bupati Kotim, H. Halikinnor (tengah masker putih), bersama jajaran SOPD terkait meninjau sejumlah jalan rusak di Kota Sampit, Senin 01 Februari 2021.

SAMPIT – Usai memimpin apel perdananya, Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, langsung menjalankan tugasnya, dan yang pertama menjadi sorotannya sesuai dengan janjinya saat dilantik, yakni kerusakan jalan di sekitar Kota Sampit.

Didampingi sejumlah Kepala SOPD, Halikin meninjau jalan Kapten Mulyono, yang beberapa waktu lalu telah memakan korban jiwa, lantaran kondisi jalan yang rusak dan juga banyak berlubang.

Selanjutnya rombongan menuju jalan Pelita, HM. Arsyad dekat kantor DPUPR Kotim, serta jalan sekitar bundaran KB menuju lingkar selatan yang kondisi kerusakannya sangat parah.

“Jalan yang rusak ini sudah dilakukan perawatan sebelumnya, dari laporan Kadis PUPR belum kering sudah dilewati sehingga rusak lagi,” kata Halikin disela-sela melakukan peninjauan jalan rusak di Kota Sampit, Senin 01 Maret 2021.

BACA JUGA:   Jelang Ramadan, Puluhan KPM Desa Penyaguan Terima BLT-DD

Untuk perbaikan jalan kota, Halikin menginginkan tidak dilakukan dengan cara penimbunan menggunakan pasir latrit, namun tetap dibangun dengan proses semenisasi atau rigit.

“Walaupun tidak keseluruhan kita aspal, setidaknya lubang-lubang yang membahayakan pengguna jalan ini kita rigit, sehingga tidak mudah rusak dan bisa menahan sementara kendaraan yang melintas dengan tonase 15 sampai 20 ton,” paparnya.

Ia juga menerangkan, kerusakan jalan kota terjadi karena jalan di ring road selatan belum fungsional, berhubung juga masuk jalan provinsi, permasalahan ini juga telah dilaporkan ke Gubernur Kalimantan Tengah, melalui Kadis PUPR Provinsi.

“Dalam waktu dekat ini kita ingin sudah ada perbaikan, karena sudah di anggarkan di tahun 2021 sebesar Rp 10 miliar oleh provinsi, dan diharapkan bisa di lelang secepatnya,” ucapnya.

BACA JUGA:   Jelang Ramadan, Bupati Kotim Ingatkan Sanksi Tegas Bagi Penimbun Bahan Pokok

Untuk perbaikan bersifat jangka pendek, menurut Halikin, diperkirakan memakan sekitar biaya sekitar Rp 4 miliar, namun jika di aspal keseluruhan bisa menelan anggaran sebesar Rp 15 miliar sampai Rp 20 miliar.

“Sementara ini solusi jangka pendek, jika nanti anggaran kita memadai akan kita aspal ke semua jalan kota yang rusak,” imbuhnya.

Diharapkan jika nantinya dilakukan pengerjaan jalan oleh DPUPR, maka jalur lalulintas akan dialihkan sementara dengan sistem satu jalur, dan Dia berharap masyarakat bisa memahaminya. (Cha/beritasampit.co.id).