Bantah Sediakan Miras, Pemilik Galaxy Cafe Akui Langgar Prokes

IST/BERITA SAMPIT - Pemilik beserta para karyawan Galaxy Cafe saat memperlihatkan surat pernyataan di Depan Kantor Satreskrim Polresta Palangka Raya

PALANGKA RAYA – Melanggar Protokol Kesehatan (Prokes) dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, Pemilik beserta para karyawan Galaxy Cafe harus berurusan dengan Petugas dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palangka Raya, Selasa 2 Maret 2021.

Hal tersebut terjadi setelah cafe yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah tersebut dilaporkan masyarakat karena melakukan aktivitas yang melanggar Prokes dan Undang-Undang kekarantinaan kesehatan pada Hari Minggu 28 Februari 2021 sekitar pukul 02.45 WIB.

Kasatreskrim Polresta Palangka Raya Kompol Todoan Agung, menjelaskan, laporan berawal dari masyarakat setempat yang resah, karena cafe tersebut memutar musik dengan suara keras hingga larut malam serta adanya sejumlah pengunjung yang mengkonsumsi minuman beralkohol dengan mengabaikan Prokes yang berlaku di tengah wabah Covid-19 saat ini.

BACA JUGA:   Penerapan SIPD, Pemprov Kalteng Bahas Standar Harga Satuan

“Aktivitas di Café tersebut kemudian dibubarkan oleh Petugas dan setelah pemilik beserta karyawannya diperiksa di Mapolresta Palangka Raya, mereka mengakui adanya pelanggaran terhadap Prokes serta membenarkan tentang laporan dari masyarakat tersebut,” kata Kasatreskrim Polresta Palangka Raya Kompol Todoan Agung.

Dirinya menambahkan untuk hal adanya pengunjung yang mengkonsumsi miras, dari keterangan pemilik cafe maupun karyawannya sama sekali tidak kenal dan di Café tersebut tidak ada menyediakan miras, diduga pengunjung tersebut membawanya dari luar cafe.

BACA JUGA:   Polisi Selidiki Kebakaran di Desa Telangkah

Selepas menjalani pemeriksaan petugas, pemilik cafe berserta karyawan pun membuat dan menandatangani surat pernyataan yang berisi mengakui adanya pelanggaran Prokes yang terjadi dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan tersebut, serta bersedia dituntut sesuai hukum yang berlaku apabila mengulanginya.

Menanggapi hal tersebut, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Palangka Raya pun telah menentukan sikap serta berkoordinasi bersama pihak internal satgas tersebut, guna menentukan sanksi dan tindakan yang akan dikenakan kepada pengelola cafe tersebut.

(Hardi/Beritasampit.co.id)