Tingkatkan Literasi Pelajar, Ini Gerakan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kalteng

LOMBA PIDATO : HARDI/BERITA SAMPIT - Suasana kegiatan lomba pidato Bahasa Inggris yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah, Jumat 5 Maret 2021 di kantor dinas setempat.

PALANGKA RAYA – Sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakat terutama pelajar, Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) telah melakukan berbagai kegiatan, salah satunya lomba menulis Resensi Buku dan Pidato Bahasa Inggris untuk SLTA atau sederajat. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman dinas tersebut, Jumat 5 Maret 2021.

“Pelaksanaan lomba ini dilaksanakan untuk mengkampanyekan gerakan membaca Kalimantan Tengah, yang dimana gerakan tersebut sudah dicanang tahun lalu. Selain itu untuk meningkatkan literasi di kalangan pelajar di SLTA dan sederajat,” kata salah satu panitia kegiatan, Hansli kepada wartawan media siber beritasampit.co.id.

BACA JUGA:   Vaksinasi Massal Langgar Protokol Kesehatan, Ini Alasan Kadis Kesehatan Kalteng

Tema lomba pidato Bahasa Inggris yaitu kebudayaan daerah, dengan dua tahap. Pertama melalui daring dan tahap kedua secara tatap muka. Untuk tahap pertama peserta berjumlah 14 orang yang kemudian disaring untuk melanjutkan ke tahap kedua sebanyak 5 orang.

“Untuk lomba menulis resensi hanya dilakukan secara daring dan untuk perserta yang ikut berjumlah 17 orang serta buku yang harus di resensi itu berjudul Mengenal Dayak Ngaju yang merupakan karya dari Marko Mahin, Damianus Siyok, dan Anthony Nyahu. Untuk total hadiah dari lomba ini berjumlah Rp 5.000.000,” jelas Hansli.

BACA JUGA:   Wakil Presiden Akan Berkunjung Ke Kalteng, Ini Agendanya

Sementara itu, peserta lomba pidato Bahasa Inggris, Joy Nathanael yang merupakan siswa kelas 11 SMAN 2 Palangka Raya mengaku senang ikut kegiatan tersebut. “Saya sebenarnya sangat senang berpidato karena itu merupakan hobi saya sejak kecil, sehingga saya ingin mengembangkan potensi saya di bidang pidato,” ucapnya.

Namun kata Joy, dalam berpidato, dirinya masih sulit mengatur kepercayaan diri saat tampil di depan umum, meskipun telah di hafal teks pidato yang dia sampaikan tersebut.

“Karena tujuan pidato itu sebenarnya yaitu untuk meyakinkan orang terhadap argumen yang kita sampaikan,” ujarnya. (Hardi/beritasampit.co.id).