Insentif Tak Kunjung Dibayar, Kepala Desa di Kotim Ancam Mogok Kerja

LAPORAN KEUANGAN : ARIFIN/BERITA SAMPIT - Perangkat desa saat melaporkan keuangan melalui aplikasi online Siskeudes.

SAMPIT – Sejumlah Kepala Desa yang tersebar di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), ancam mogok kerja. Pasalnya, sejak Nopember 2020 hingga Februari 2021 belum menerima insentif. Hal itu berdampak pada jalannya roda pemerintah desa karena belum ada kejelasan kapan dicairkan.

“Kami para kepala desa bahkan kelembagaan desa lainnya seperti perangkat desa, anggota BPD bahkan ketua RT/RW sejak Nopember 2020 sampai Februari 2021 belum menerima insentif,” ucap salah seorang kepala desa yang enggan menyebutkan namanya saat menghubungi wartawan media siber beritasampit.co.id, Senin 8 Maret 2021.

BACA JUGA:   Kades Bapanggang Raya Ambil Sumpah Jabatan Perangkat Desa

Apabila insentif tersebut belum juga dicairkan, lanjutnya, pihaknya mengancam akan menutup kantor desa dan melakukan mogok kerja. Ancaman itu, menurutnya, akan dilaksanakan April mendatang.

“Kalau sampai April nanti insentif kami tidak juga dicairkan, kami akan tutup kantor desa bahkan kami juga mogok kerja hingga tuntutan kami direalisasikan,” tegasnya dengan nada tinggi.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kotim melalui Sekretaris Yudi Aprianur menegaskan, pihaknya sudah menanyakan hal tersebut melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kotim. Hasilnya, lanjut Yudi, khusus insentif Nopember dan Desember 2020 diperkirakan akan dicairkan April 2021.

BACA JUGA:   DPRD Kotim Minta Bupati Baru Perhatikan Pemuda

“Untuk Nopember hingga Desember 2020, menurut informasi BKAD Kotim akan dibayarkan pada April 2021,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan whatsaap, Senin 8 Maret 2021.

Sedangkan mengenai insentif yang belum dicairkan mulai Januari dan Februari 2021, tambahnya, DPMD Kotim juga sudah mengusulkan melalui BKAD Kotim.

“Untuk Januari dan februari 2021 sudah diusulkan ke BKAD Kotim, kalau sudah diproses masuk rekening kas desa, akan tetapi pengambilan boleh dilakukan apabila APBDes 2021 sudah ditetapkan,” tandasnya.

(ifin/beritasampit.co.id)