Lebih Dekat dengan Ibu Birute Mary Galdikas, 50 Tahun Melindungi Hutan dan Orangutan

Bagian Ke 03. Oleh : Maman Wiharja ( Wartawan-Beritasampit.co.id ).

Ibu Prof Dr Birute Mary Galdikas, yang sejak kecil sudah memiliki hobi menulis, hobi inilah yang menuntun dirinya dengan mudah menuliskan hasil penelitian tentang kehidupan Orangutan di Kalimantan. Sebagai bukti nyata, salah satu tempat penilitiannya yang sangat bersejarah yakni Camp Leakey.

Camp ini didirikan didalam hutan Tanjung Puting yang dibantu seorang Pemuda Dayak Desa Pasir Panjang bernama Pak Bohap. Setelah Camp Leakey berdiri kemudian tahun 1986 bersama Pak Bohap membentuk Orangutan Foundation International (OFI).

Di Camp Leakey itulah Ibu Birute, semakin gigih dan semangat untuk meneruskan mengembangkan penelitian berbagai aspek kehidupan orangutan dengan alam dan lingkungan disekitarnya. Berkat kegigihan penelitian itu pun membawa namanya semakin dikenal dunia. Beranjak dari itu kemudian ia kembali mendirikan sejumlah organisasi yang sama di Australia, Inggris, dan Kanada.

BACA JUGA:   Puluhan Balon Udara Semarakkan Tradisi Syawalan di Wonosobo

Selama 2 tahun, dari tahun 1996 sampai tahun 1998 oleh Pemerintah Republik Indonesia (RI) melalui Menteri Kehutanan RI beliau diberi jabatan, sebagai Pejabat Senior Pemerhati Hutan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Berkat jasa dan semangatnya, hutan rimba tropis Tanjung Puting berhasil dijadikan habitat orangutan liar terbesar di dunia dan menjadikan hutan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) waktu itu Taman Nasional pertama di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Kemudian menyusul pada bulan Juni 1997, dirinya kembali menerima Kehormatan dari Pemerintah RI yakni Penghargaan “KALPATARU”. Sebagai jasa atas dedikasinya dan kerja kerasnya “Pembina Lingkungan Hidup” di Kalimantan.

Dalam perjalanan selama 50 tahun menyelamatkan hutan dan orangutan di Kalimantan, beliau berhasil pula menampilkan karya-karya tulisannya yang telah diterbitkan menjadi beberapa buah judul buku terkenal di dunia. Antara lain buku autobiografinya “Reflections of Eden”.

BACA JUGA:   DPRD : Sungai Jayau Kumai Harus Dinormalisasi

Selain itu dirinya juga menjabat sebagai editor buku “Jurnal Primatologi”. Kerja kerasnya Ibu Birute dibidang konservasi Orangutan ikut diliput dan dikabarkan sejumlah media cetak terkenal di dunia, yakni “New York Times”, “Washington Post” dan “Los Angeles.

Beberapa film dokumenternya banyak ditayang pada jaringan telivisi AS dan manca negara. Seperti yang berjudul The Last Trimate, She Walks With Apes dan “In the wild” yang di bintangi bintang film terkenal Hollywood Julia Roberts.

( BERSAMBUNG ).