Tari Mandau Harus Dilestarikan, Dewan Ajak Kaum Muda Terlibat

IM/BERITA SAMPIT - Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, H. Abdul Kadir.

SAMPIT – Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), H. Abdul Kadir, mengajak generasi muda lebih khusus kaum milenial peduli dan tidak melupakan kesenian serta budaya asli daerah.

Dengan demikian kata dia, tidak tersisih oleh seni dan budaya asing bagi budaya asli daerah. Apabila tidak dilestarikan akan dikhawatirkan generasi muda tidak akan mengenal lagi jati diri dari kesenian asli daerahnya.

“Generasi muda lebih khusus kaum millenial di Kotim ini harus cinta, peduli dan dan bangga akan adanya kesenian asli daerahnya. Cara mereka melestarikan kesenian dan budaya daerah dengan peduli untuk menghidupkan kesenian itu, untuk saat ini tari Mandau jarang sudah ditampilkan. Dengan adanya kepedulian itu sehingga tidak hilang atau tersisih oleh seni dan budaya asing,” katanya, Senin 8 Maret 2021.

BACA JUGA:   Belajar Tatap Muka, DPRD Kotim Minta Maksimalkan Pengawasan Penerapan Prokes

Politikus jebolan partai Golongan Karya (Golkar), ini juga menyampaikan bukan hanya tari Mandau, tetapi bahasa daerah, seperti bahasa Dayak Ngaju atau bahasa Sampit dan masih banyak lagi bahasa kesenian lainnya.

“Daerah kita ini termasuk salah satu daerah yang memiliki kesenian asli daerah dan bahasa khas daerah yang wajib kita pertahankan dan dikembangkan, generasi muda wajib tahu oleh sebab itu saya mendorong sekolah-sekolah di Kotim supaya mengajarkan anak murid nya baik itu kesenian dan sebagainya berkaitan dengan daerah,” sampainya. (im/beritasampit.co.id).