Ketua DPRD Mura Tinjau Rencana Pembangunan Masjid Jamaluddin

IST/BERITA SAMPIT- Ketua DPRD Mura Doni, didampingi Ketua Komisi I, Rumiadi saat meninjau Masjid Jamaluddin di Desa Muara Laung II

PURUK CAHU- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya (Mura) Doni bersama Ketua Komisi I Rumiadi, bertepatan pada hari Isra Miraj meninjau rencana pembangunan Masjid Jamaluddin di Desa Muara Laung II, Kecamatan Laung Tuhup.

Politisi PDIP senior itu mengatakan, rencana pembangunan masjid tersebut merupakan aspirasi masyarakat setempat mengingat kondisi bangunan rumah ibadah yang terbuat dari kayu itu tidak lagi muda serta bertambahnya jumlah penduduk.

“Proposal usulan pembangunan sudah kita terima, nanti kami bahas di DPRD, usulan masyarakat merupakan prioritas pembangunan kita,”kata Doni, Kamis, 11 Maret 2021 kemarin.

BACA JUGA:   DPRD Mura Tegaskan Perusahaan Swasta Wajib Bayar THR Pekerja

Sementara itu, Sesepuh masyarakat sekaligus mewakili panitia pembangunan masjid Jamaluddin Desa Muara Laung II, Lodin Jalal menyampaikan, pihaknya berharap Dewan dapat merealisasikan pembangunan meskipun secara bertahap.

“Keinginan untuk memiliki masjid yang berdinding beton merupakan keinginan warga kami, semoga usulan pembangunan ini bisa direalisasikan secara bertahap,” Harapnya.

Ketua Komisi I Rumiadi juga mengungkapkan secara teknis, usulan pembangunan tersebut akan dikaji lebih mendalam sampai perencanaan pembangunan.

“Pada prinsipnya, apa yang diusulkan oleh masyarakat menjadi prioritas yang harus kita dukung. Apalagi ini menyangkut rumah ibadah dan keagamaan, dengan terbangunnya rumah ibadah ini nantinya bisa menciptakan generasi anak-anak yang berakhlak,” terang Rumiadi.

BACA JUGA:   DPRD Minta Pemda Awasi Harga Kebutuhan Pokok Jelang Hari Raya Idul Fitri

Selain meninjau masjid, dua legislator tersebut juga mensosialisasikan pentingnya memakai masker dan perilaku hidup sehat guna mencegah penularan virus Covid 19.

“Di Puruk Cahu sudah banyak yang positif, tidak ada alasan kita untuk tidak pakai masker, tidak cuci tangan dan hidup sehat. Bila penciuman terganggu langsung hubungi tenaga medis agar di swab,”pungkas Rumiadi.

(Lulus/beritasampit.co.id)