Rp 100 Miliar Digelontorkan Untuk Tangani Karhutla, Ini Harapan Wagub Kalteng

SERAH TERIMA BANTUAN : ILHAM/BERITA SAMPIT - Wakil Gubernur Kalteng, Habib H. Said Ismail, didampingi Kapolda Kalteng, Irjen Pol. Dedi Prasetyo, saat menyerahkan bantuan mesin dari Polda yang diterima perwakilan dari BPDB Kotim, Sabtu 13 Maret 2021.

SAMPIT – Upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada tahun 2021 ini terus digalakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Bahkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) telah menyiapkan anggaran melalui Biaya Tak Terduga (BTT) sebesar Rp 100 miliar.

“Selain BTT, ada juga bantuan dari Pemerintah Pusat yang memberikan kebijakan untuk dana pencegahan, melalui peraturan Menteri Keuangan yang baru, bahwa dana DAK juga bisa dipergunakan untuk keperluan pencegahan Karhutla di daerah masing-masing,” kata Wakil Gubernur Kalteng, Habib Said Ismail, saat mengunjungi Sampit, pada kegiatan Touring Polda Kalteng, Sabtu 13 Maret 2021.

Ia juga mengungkapkan, ada beberapa Kabupaten di Kalteng yang sangat rawan terhadap Karhutla, yakni Kotawaringin Barat (Kobar), Kotawaringin Timur (Kotim), Kapuas dan Pulang Pisau.

BACA JUGA:   Wagub Kalteng Minta Peran dan Masukan Semua Pihak Dalam Penyusunan RPJMD

“Kita mengharapkan kesiapan dini bahwa seluruh komponen yang ada baik TNI, Polri, Pemerintah dan juga seluruh komponen masyarakat, bekerjasama bersatu padu sama-sama mencegah Karhutla dengan kesadaran masing-masing,” paparnya.

Habib Ismail juga menekankan kepada seluruh Kepala Daerah di kabupaten bisa merangkul tokoh agama, masyarakat, adat dan untuk bisa mengedukasi masyarakat waspada terhadap karhutla.

“Tak kala Karhutla terjadi, maka yang akan rugi bukan siapa-siapa, tetapi kita warga seluruh Kalteng,”¬†katanya.

BACA JUGA:   Dua Hari Tak Terlihat, Seorang Nenek Ditemukan Meninggal Dunia

Sementara, Kapolda Kalteng, Irjan Pol. Dedi Prasetyo mengintruksikan kepada seluruh Resor selalu waspada dan memantau wilayahnya masing-masing mencegah terjadinya Karhutla.

“Kesiap siagaan merupakan ikhtiar kita semua, kita tidak ingin Kalteng menjadi daerah penyumbang Karhutla seperti tahun-tahun sebelumnya,” ucap Dedi.

Selain itu, Ia juga meminta untuk melakukan memonitoring pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, tentunya melibatkan peran masyarakat sangatlah penting.

“Kita perlu melakukan pendekatan pada masyarakat baik dari Kota sampai ke Desa, untuk membantu melakukan pemantauan mencegah adanya karhutla,” ujarnya

“Kalau ditemukan karhutla, pasti kita tindak,” tegasnya. (Cha/beritasampit.co.id).